KUKAR — Ketegangan di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, mulai mereda setelah polisi mengamankan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden pengeroyokan yang menewaskan seorang warga. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (8/8/2026) itu sempat memicu aksi perusakan dan pembakaran oleh massa yang menuntut penegakan hukum cepat.
Korban tewas bernama Ignatius, warga Desa Kampung Baru, sementara korban luka bernama Lewi asal Desa Bengen. Peristiwa yang sempat diduga sebagai kecelakaan ini kemudian berubah menjadi pemicu kemarahan warga setelah muncul dugaan tindak pengeroyokan.
Kronologi Amuk Massa dan Pembakaran Warung
Kemarahan warga memuncak pada Sabtu (8/8/2026) siang. Massa bergerak mendatangi sejumlah lokasi dan melakukan perusakan rumah serta membakar Warung Bule Jawa di Desa Bilah Talang sekitar pukul 10.00 Wita. Lokasi tersebut diduga menjadi titik awal mula persoalan yang berujung pada insiden berdarah tersebut.
Camat Tabang, Asmi Riyandi Elvander, mengungkapkan bahwa tuntutan utama massa saat itu adalah agar kepolisian mengamankan pihak-pihak yang diduga terlibat paling lambat dalam waktu 2x24 jam. Tekanan publik ini membuat aparat bergerak cepat mengamankan para terduga pelaku.
Polisi Amankan Terduga Pelaku, Kapolres Turun ke TKP
Asmi mengonfirmasi bahwa pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden maut tersebut telah berhasil diamankan oleh aparat dan langsung dibawa ke Mapolres Kukar di luar wilayah Tabang. Kapolres Kukar bahkan turun langsung ke Tabang pada Minggu (9/8/2026) untuk memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP).
Penanganan kasus ini melibatkan kekuatan penuh dari Unit Reskrim Polsek Tabang, Satreskrim Polres Kukar, hingga Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim. Kendati demikian, pihak kecamatan masih menunggu rilis resmi dari kepolisian terkait jumlah maupun identitas pasti para terduga pelaku untuk menghindari simpang siur informasi.
Seruan Syaharie Jaang: Jangan Main Hakim Sendiri
Menanggapi eskalasi konflik yang sempat memanas, Ketua Dewan Pembina Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (Kaltim) sekaligus Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kaltim, Syaharie Jaang, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Ignatius dan mendoakan kesembuhan bagi Lewi yang masih dirawat di rumah sakit.
Mantan Wali Kota Samarinda ini secara tegas menyerukan kepada masyarakat di Desa Kampung Baru, Desa Bengen, dan seluruh warga Kecamatan Tabang agar tidak terpancing emosi serta bersama-sama menjaga keamanan daerah.
"Saya mengajak dan mengimbau kepada keluargaku semua yang berada di Desa Kampung Baru Tabang dan juga Desa Bengen Tabang, dan secara umum yang berada di Kecamatan Tabang, untuk kita bersama-sama menjaga kondisi yang kondusif di daerah kita," ujar Syaharie, Minggu (9/8/2026).
Situasi Berangsur Kondusif, Warga Diminta Tak Sebar Hoaks
Seiring dengan diamankannya para terduga pelaku serta langkah sigap aparat keamanan, situasi di Desa Bilah Talang dan Desa Sidomulyo kini dilaporkan mulai mereda dan berangsur kondusif. Pemerintah Kecamatan Tabang bersama kepala desa dan kepala adat terus berkoordinasi serta mengimbau warga agar tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi sebelum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.
Syaharie juga meminta masyarakat agar memberikan kepercayaan penuh kepada aparat penegak hukum dari Polres Kukar dan Polsek Tabang untuk mengusut tuntas kasus ini secara cepat, tanpa ada tindakan main hakim sendiri.