Pencarian

Rupiah Melemah ke Rp 17.899 per Dolar AS, The Fed dan Harga Minyak Jadi Pemicu

Kamis, 24 September 2026 • 09:47:32 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.899 per Dolar AS, The Fed dan Harga Minyak Jadi Pemicu
Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp 17.899 per dolar AS pada perdagangan Kamis (24/9).

KALIMANTAN TIMUR — Nilai tukar rupiah melemah 0,45% atau 81 poin ke level Rp 17.899 per dolar AS pada perdagangan Kamis (24/9), melanjutkan tekanan dari penutupan sebelumnya di Rp 17.818. Penguatan dolar AS di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan lonjakan harga minyak akibat ketegangan Iran menjadi dua sentimen utama yang menekan mata uang Garuda. Analis memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.800 hingga Rp 17.950 per dolar AS sepanjang hari ini.

Pergerakan ini memperpanjang pelemahan rupiah dalam beberapa sesi terakhir. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup di Rp 17.818 per USD, naik 66 poin atau 0,37% dari posisi Rp 17.884 per USD pada penutupan dua hari sebelumnya.

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Menekan Rupiah

Analis Doo Financial Lukman Leong menilai penguatan dolar AS menjadi faktor dominan yang membebani rupiah. Pasar semakin yakin Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga investor mengalihkan dana ke aset berbasis dolar.

"Rupiah diperkirakan dibuka melemah," kata Lukman.

Ekspektasi tersebut diperkuat laporan Reuters yang menyebut dolar AS masih mendapat dukungan dari perkiraan kenaikan suku bunga The Fed. Ketika imbal hasil obligasi AS naik, daya tarik aset negara berkembang termasuk Indonesia cenderung tergerus.

Harga Minyak Melonjak Setelah Iran Meragukan Perundingan Damai

Sentimen kedua datang dari pasar energi. Lukman menyebut harga minyak kembali melonjak setelah Iran meragukan kemajuan dalam perundingan perdamaian. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah mendorong premi risiko pada harga minyak mentah.

Kenaikan harga minyak berdampak ganda bagi Indonesia. Di satu sisi, harga komoditas yang lebih tinggi bisa mengerek penerimaan negara dari sektor energi. Di sisi lain, impor minyak yang masih besar membuat defisit neraca perdagangan migas melebar dan menambah tekanan pada rupiah.

Rentang Pergerakan dan Fokus Pelaku Pasar

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.800 hingga Rp 17.950 per dolar AS. Pelaku pasar akan mencermati perkembangan perundingan Iran serta sinyal lanjutan dari pejabat The Fed mengenai arah suku bunga.

Bagi pelaku usaha yang memiliki kewajiban dalam dolar AS, pelemahan rupiah menambah biaya impor dan beban utang valas. Investor asing yang memegang obligasi negara juga berpotensi menyesuaikan posisi jika tekanan kurs berlanjut, yang bisa memengaruhi pergerakan imbal hasil SBN dan arus modal di pasar keuangan domestik.

Follow www.faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks