Pencarian

Rupiah Tembus Rp18.009/USD, BI Kerahkan Triple Intervention di Tiga Pasar

Selasa, 29 September 2026 • 14:46:32 WIB
Rupiah Tembus Rp18.009/USD, BI Kerahkan Triple Intervention di Tiga Pasar
Nilai tukar rupiah menyentuh Rp18.009 per dolar AS pada perdagangan spot.

KALIMANTAN TIMUR — Nilai tukar rupiah menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan spot, menyentuh Rp18.009/USD setelah tertekan indeks dolar yang melonjak dan harga minyak Brent di atas US$108 per barel. Bank Indonesia menyatakan pelemahan dipicu kekhawatiran inflasi global dan risiko fiskal, dan langsung mengoptimalkan strategi Triple Intervention di pasar spot, DNDF, serta SBN.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea menyebut tekanan terhadap mata uang Garuda berlangsung beruntun. Menurutnya, gejolak eksternal menimpa hampir seluruh mata uang kawasan Asia, bukan hanya rupiah.

"Pelemahan nilai tukar rupiah hari ini sangat dipengaruhi oleh berlanjutnya kekhawatiran atas tekanan inflasi global dan risiko fiskal, sejalan dengan masuknya harga minyak dunia yang menekan mayoritas mata uang di kawasan Asia," kata Erwin.

Harga Minyak Brent di Atas US$108 Jadi Pemicu Utama

Kenaikan harga minyak mentah Brent menembus US$108 per barel menjadi pukulan ganda bagi perekonomian domestik. Sebagai negara importir bersih minyak, Indonesia menanggung pembengkakan biaya impas migas secara drastis begitu harga dunia melonjak.

Efeknya menjalar ke dua sisi sekaligus. Defisit transaksi berjalan berpotensi melebar, sementara anggaran belanja negara tertekan karena subsidi energi kemungkinan harus digelontorkan lebih besar. Kombinasi itu membuat investor memilih mengunci untung dan memindahkan dana ke aset safe-haven berbasis dolar AS.

Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memperparah situasi. Jalur pelayaran itu memegang peran kunci bagi distribusi minyak dunia, sehingga setiap eskalasi di sana langsung mendorong premi risiko harga minyak.

Tiga Lini Pasar yang Diintervensi BI

Bank Indonesia menegaskan komitmen menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak bergerak menjauh dari fundamentalnya. Strategi Triple Intervention dijalankan simultan di tiga pasar:

  • Pasar spot: BI membanjiri likuiditas dolar untuk meredakan kepanikan jangka pendek pelaku pasar.
  • Pasar DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward): menjaga ekspektasi kurs di masa depan agar pelaku usaha tidak melakukan spekulasi berlebihan.
  • Pasar SBN: pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder untuk menstabilkan imbal hasil yang sempat tertekan.

Selain tiga lini itu, instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia akan terus dioptimalkan dengan penawaran imbal hasil menarik. Langkah ini ditempuh untuk menjaring kembali arus modal asing masuk ke pasar domestik.

Industri Farmasi, Elektronik, dan Otomotif Paling Terpapar

Pelemahan rupiah hingga Rp18.009 per dolar AS memicu alarm bagi sektor manufaktur yang bergantung pada bahan baku impor. Industri farmasi, elektronik, dan otomotif diprediksi menghadapi kenaikan biaya operasional dalam waktu dekat.

Jika pelemahan berlangsung lebih dari satu kuartal, produsen kemungkinan membebankan kenaikan biaya kepada konsumen melalui pass-through effect. Dampak lanjutannya adalah inflasi barang-barang pokok di dalam negeri, yang akan menekan daya beli masyarakat.

Bagi pelaku usaha dengan utang berbentuk dolar AS, pelemahan kurs juga memperbesar beban cicilan dan bunga. Perusahaan yang tidak melakukan lindung nilai (hedging) menjadi kelompok paling rentan terhadap gejolak lanjutan.

Yang Perlu Dicermati Investor

Pergerakan rupiah ke depan bergantung pada tiga variabel: arah indeks dolar AS, perkembangan harga minyak Brent, dan efektivitas intervensi BI di pasar SBN. Yield SBN yang stabil menjadi kunci menahan pelarian modal asing dari pasar obligasi.

Investor pasar saham perlu mencermati sektor yang diuntungkan pelemahan kurs, seperti eksportir berbasis komoditas dan perusahaan dengan pendapatan dolar AS. Sebaliknya, emiten dengan komponen impor tinggi dan utang valas berpotensi mencatat koreksi laba pada kuartal berikutnya.

Follow www.faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: eksposkaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks