KALIMANTAN TIMUR — Proyeksi yang dirilis Opta menempatkan Barcelona di puncak persaingan dengan persentase hampir separuh dari total kemungkinan. Angka ini muncul setelah skuad asuhan Hansi Flick memastikan gelar ke-29 mereka musim lalu dengan kemenangan telak 2-0 atas Real Madrid di El Clasico, 10 Mei lalu. Kemenangan itu sekaligus mengunci titel saat kompetisi masih menyisakan tiga laga.
Jika proyeksi ini menjadi kenyataan, Barcelona akan mengoleksi 30 trofi LaLiga. Jumlah tersebut akan memangkas jarak dengan Real Madrid yang masih memimpin daftar juara terbanyak sepanjang sejarah dengan 36 gelar.
Real Madrid diproyeksikan menjadi penantang terdekat dengan peluang 31,0 persen. Los Blancos memasuki musim baru dengan dinamika besar di kursi pelatih. Jose Mourinho resmi kembali menangani tim untuk periode kedua, menggantikan Xabi Alonso yang hanya bertahan semusim.
Mourinho bukan nama asing di Santiago Bernabeu. Pelatih asal Portugal itu pernah membawa Madrid meraih gelar LaLiga 2011/2012 pada periode pertamanya (2010-2013). Gaya pragmatis dan kemampuannya mengelola ruang ganti yang penuh bintang menjadi modal utama yang membuat Madrid tetap diperhitungkan dalam perburuan gelar.
Simulasi Opta menunjukkan hanya dua tim yang memiliki peluang juara di atas 10 persen. Artinya, persaingan musim depan diprediksi kembali menjadi pertarungan sengit antara dua raksasa Spanyol tersebut.
Di luar dua tim teratas, peta persaingan terlihat lebih terbuka namun dengan peluang yang jauh lebih kecil. Atletico Madrid menempati posisi ketiga dengan proyeksi peluang juara 8,6 persen. Los Colchoneros diprediksi kembali menjadi pesaing terkuat di bawah bayang-bayang Barcelona dan Madrid.
Hanya lima tim yang memiliki peluang juara lebih dari dua persen dalam proyeksi tersebut. Tidak ada satu pun klub di luar dua besar yang mampu menembus angka 10 persen, menegaskan dominasi Barcelona dan Real Madrid dalam simulasi musim mendatang.
Bagi Barcelona, target tiga gelar beruntun menjadi motivasi tambahan. Sementara bagi Madrid, kembalinya Mourinho diharapkan mampu mengembalikan stabilitas tim dan memutus dominasi sang tetangga. Musim 2026/2027 diprediksi kembali menjadi panggung duel klasik yang menentukan arah gelar LaLiga.