KALTIM - Di luar Balikpapan dan Samarinda, Kalimantan Timur memiliki beragam lokasi wisata yang kurang dikenal publik meski pesonanya setara dengan tempat-tempat populer.
Hutan tropis yang lebat, aliran sungai, danau, bukit-bukit, air terjun, hingga perkampungan budaya menyebar di berbagai kabupaten/kota di provinsi ini, dan sebagian besar terletak jauh dari keramaian.
Istilah "tersembunyi" tidak berarti benar-benar asing — sejumlah tempat sudah menjadi tujuan wisata lokal, hanya saja pamornya belum setinggi Ibu Kota Nusantara atau destinasi laut Berau.
10 Titik Wisata yang Perlu Dikunjungi
1. Air Terjun Batu Dinding (Mahakam Ulu) — terletak di wilayah terpencil yang dipenuhi hutan dan sungai, pas untuk mereka yang lebih memilih tantangan daripada kenyamanan modern. Trekking dan fotografi lanskap menjadi kegiatan inti; perjalanan butuh persiapan serius dan patuh pada norma masyarakat sekitar.
2. Sungai Mahakam Hulu — bagian hulu sungai terpanjang di Kaltim ini dikelilingi hutan dan pemukiman, menawarkan pengalaman menyusuri sungai dengan perahu sambil mengamati aktivitas penduduk dan burung-burung liar.
3. Desa Budaya Pampang (Samarinda Utara) — perkampungan Dayak Kenyah dengan pertunjukan seni, rumah panjang adat atau lamin, serta kerajinan lokal. Jejaring Desa Wisata mencatat peningkatan kunjungan dan UMKM di wilayah ini.
4. Pulau Kumala (Tenggarong) — berada di tengah Sungai Mahakam, Kutai Kartanegara, menjadi bagian dari rute wisata yang menggabungkan eksplorasi sungai dengan warisan Kesultanan Kutai.
5. Hutan Mangrove Muara Badak — kawasan pesisir Kutai Kartanegara ini memiliki ekosistem mangrove yang menjadi tempat hidup banyak biota dan melindungi garis pantai; ideal untuk menjelajah jalur mangrove dan memantau burung.
6. Danau Semayang (Kutai Kartanegara) — danau besar di Kecamatan Kenohan tercatat sebagai objek wisata alam dan air dengan aktivitas perahu serta panorama senja yang memukau.
7. Bukit Bangkirai — hutan hujan tropis seluas sekitar 1.500 hektare di Samboja Barat menawarkan jembatan kanopi yang menghubungkan puncak-puncak pohon, populer untuk hiking dan menikmati keanekaragaman flora dari ketinggian.
8. Desa Pela — kampung wisata di anak Sungai Mahakam yang diresmikan sejak 2018, mayoritas dihuni nelayan yang mengembangkan ekowisata bersama penduduk.
9. Hutan Lindung Wehea (Kutai Timur) — terdaftar sebagai kawasan wisata alam provinsi karena kekayaan biodiversitasnya; trekking bersama pemandu lokal adalah cara paling aman dan bertanggung jawab untuk menikmatinya.
10. Kawasan Sungai dan Danau Pedalaman Kukar — berbagai danau, sungai, dan rawa di pedalaman Kutai Kartanegara masih menjadi pilihan wisata sepi yang jarang dikunjungi.
Persiapan yang Perlu Dilakukan
Sebelum berangkat, pastikan memeriksa kondisi jalan karena rute di pedalaman sering berubah akibat cuaca, bawa perlengkapan dasar seperti air minum dan obat pribadi, unduh peta offline untuk daerah minim sinyal, dan gunakan jasa pemandu lokal demi keamanan sekaligus menopang ekonomi warga.
Selain itu, utamakan prinsip tidak meninggalkan sampah dan hargai kebiasaan adat setempat selama berada di lokasi.
Keberlanjutan Menjadi Fokus Pengembangan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menaruh pariwisata berkelanjutan dan inklusif sebagai prioritas strategis, dengan Desa Pela sebagai model partisipasi warga dalam ekowisata, serta Bukit Bangkirai dan Wehea yang membuktikan hutan punya nilai lebih dari sekadar tempat berfoto.
Bagi pecinta rimba, Bukit Bangkirai atau Wehea adalah pilihan tepat; penggemar sungai bisa menyusuri Mahakam dan Desa Pela, sementara Danau Semayang dan Pampang memberikan pesona air dan budaya Dayak Kenyah masing-masing.