SAMARINDA — Tren pengumpulan dana zakat di Kalimantan Timur terus menanjak dalam lima tahun terakhir. Data Baznas Kaltim menunjukkan realisasi dana ZIS-DSKL dan CSR pada 2021 masih berada di angka Rp6,8 miliar, lalu merangkak naik menjadi Rp10,7 miliar pada 2022 dan Rp14,4 miliar setahun berselang. Lonjakan signifikan terjadi pada 2024 dengan torehan Rp16,5 miliar, sebelum akhirnya menembus Rp20,6 miliar di tahun 2025.
Memasuki periode Januari–Juli 2026, dana yang terhimpun sudah menyentuh angka Rp19 miliar. Ketua Baznas Kaltim Ahmad Nabhan menyebut capaian ini tidak lepas dari penguatan kelembagaan dan inovasi program yang dijalankan secara konsisten.
Dana yang masuk tidak dibiarkan mengendap. Baznas Kaltim mengalirkannya kembali ke masyarakat melalui lima program unggulan yang diberi nama Kaltim Cerdas, Kaltim Sehat, Kaltim Makmur, Kaltim Peduli, dan Kaltim Taqwa. Kelima pilar ini mencakup sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, serta pembinaan keagamaan.
Di sektor pendidikan, bantuan difokuskan pada biaya sekolah dan perbaikan sarana prasarana. Adapun di bidang kesehatan, layanan yang digelar meliputi pengobatan, khitanan massal, hingga bantuan operasi medis seperti penanganan bibir sumbing bagi anak-anak.
Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, Baznas Kaltim menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Baznas Strategic Development (BSD) di Pendopo Odah Etam, Samarinda, pada 10–13 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti pimpinan Baznas se-Kaltim dan menjadi momentum evaluasi sekaligus penyusunan strategi kerja ke depan.
"Tujuan kegiatan ini adalah memfasilitasi serta menginovasi program tahun sebelumnya yang kemudian dirumuskan dalam program kerja bidang pembinaan, administrasi, pendayagunaan, serta pengawasan dan pengembangan," ujar Ahmad Nabhan saat membuka acara, Selasa.
Rakorda kali ini juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antara Baznas provinsi dan kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Penguatan ini dinilai penting mengingat status Baznas sebagai lembaga pemerintah non-struktural yang dituntut bekerja profesional dan amanah.
Ahmad Nabhan berharap forum ini mampu melahirkan inovasi program yang lebih berdampak bagi kesejahteraan masyarakat di daerah yang dijuluki Benua Etam tersebut. Komitmen jangka panjangnya, pengelolaan zakat tidak hanya berhenti pada penghimpunan dana, tetapi juga pada pendistribusian yang tepat sasaran dan berkelanjutan.