Kebakaran Lahan Gambut 4,13 Hektare di Penajam Paser Utara, Polsek Imbau Warga Tak Bakar Lahan

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 19:58:31 WIB
Petugas pemadam kebakaran dan kepolisian berupaya memadamkan api di lahan gambut seluas 4,13 hektare di Kelurahan Gunung Seteleng, Penajam Paser Utara.

PENAJAM — Kepulan asap dan kobaran api pertama kali terlihat warga sekitar pukul 17.08 Wita dari area lahan kosong di RT 06, Kelurahan Gunung Seteleng. Lahan gambut yang terbakar seluas 4,13 hektare itu berada tidak jauh dari permukiman, sehingga potensi perambatan api menjadi kekhawatiran utama warga setempat.

Petugas pemadam kebakaran dan kepolisian bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Api berhasil dijinakkan dan dicegah agar tidak merembet ke area yang lebih luas, meski proses pemadaman di lahan gambut kerap berlangsung lebih rumit karena api dapat membakar lapisan tanah di bawah permukaan.

Polisi: Cuaca Panas Memperbesar Risiko Karhutla

Kapolsek Penajam AKP Syaifudin mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca panas yang melanda wilayah PPU belakangan ini. Ia menegaskan bahwa pembakaran lahan secara sembarangan sangat berbahaya karena api dapat dengan cepat merambat di kawasan yang ditumbuhi semak belukar kering.

"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena api dapat dengan cepat merambat," ujar Syaifudin dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Polsek Penajam juga meminta warga untuk segera melapor apabila melihat kemunculan titik api atau kepulan asap di lingkungan sekitar. Laporan sejak dini dinilai penting agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

"Apabila menemukan titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin," tegasnya.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Hingga saat ini, pihak berwenang belum memastikan penyebab kebakaran lahan gambut tersebut. Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui jajarannya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber dan penyebab munculnya api di lokasi.

Kebakaran lahan gambut menjadi perhatian serius di Kalimantan Timur karena dampaknya tidak hanya pada kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas warga. Kawasan gambut yang terbakar juga sulit dipulihkan dalam waktu singkat.

Masyarakat yang menemukan titik api atau kepulan asap dapat segera menghubungi petugas kepolisian maupun pemadam kebakaran setempat untuk mendapatkan penanganan cepat.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: editorialkaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top