KALIMANTAN TIMUR — Distrik Santiago de Surco di Lima resmi mengubah nama salah satu jalannya menjadi "Avenida BTS" menjelang konser perdana BTS di Peru. Antusiasme ARMY meledak: lebih dari 521 ribu orang mengantre tiket untuk tiga pertunjukan di Estadio San Marcos.
Perubahan nama jalan itu berlangsung sementara, dengan papan nama baru terpasang hingga Minggu sebagai bagian dari perayaan kedatangan RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook. Langkah ini diambil pemerintah distrik untuk menyambut tur dunia "Arirang" yang menyambangi Amerika Selatan.
BTS dijadwalkan tampil di Estadio San Marcos, Lima, pada Rabu (7/10/2026), Jumat (9/10/2026), dan Sabtu (10/10/2026). Tiga pertunjukan itu diperkirakan menarik sekitar 96 ribu hingga 156 ribu penonton, meski jumlah tiket resmi per malam belum diumumkan.
Lebih dari 521 Ribu Orang Antre Tiket
Data PromPeru mencatat lebih dari 521 ribu orang mengantre untuk mendapatkan tiket konser BTS di Lima. Angka itu jauh melampaui kapasitas Stadion San Marcos yang menjadi venue utama.
Besarnya animo ini menjelaskan mengapa pemerintah daerah sampai ikut turun tangan meramaikan suasana. Konser BTS di Peru menjadi salah satu penampilan paling dinanti dalam rangkaian tur "Arirang".
Ikon Kota Berubah Ungu untuk ARMY
Arco Morisco di Parque de la Amistad, Surco, dihiasi pencahayaan berwarna ungu, warna identik fandom BTS, ARMY. Area tersebut juga menampilkan pertunjukan cahaya khusus untuk BTS setiap malam hingga Minggu.
Program bertema BTS juga digelar di Fuento de la Fantasia, Circuito Magico del Agua. Acara ini menggabungkan musik, permainan cahaya, dan tampilan visual di layar air untuk menyambut para penggemar yang datang dari berbagai kota.
Rangkaian Tur Dunia "Arirang" di Amerika Selatan
Konser di Lima menjadi bagian dari tur dunia "Arirang" yang menyambangi Amerika Selatan. Jadwal tiga malam pertunjukan memberi ruang bagi ARMY dari berbagai negara untuk hadir langsung.
Perubahan nama jalan menjadi "Avenida BTS" atau "BTS Avenue" menjadi simbol bagaimana kehadiran grup asal Korea Selatan itu menggerakkan kota tuan rumah. Papan nama sementara itu akan dilepas setelah rangkaian perayaan berakhir pada Minggu.
Bagi ARMY di Indonesia yang menantikan konser serupa, fenomena di Lima menunjukkan skala antusiasme penggemar BTS di kawasan Amerika Latin. Persiapan kota, mulai dari pencahayaan ikonik hingga penamaan jalan, menjadi cara pemerintah setempat menyambut dampak ekonomi dan budaya dari konser berskala besar.