Pencarian

Zoom Sebut AI Kini Bantu Selesaikan Pekerjaan, Bukan Cuma Jawab

Kamis, 08 Oktober 2026 • 19:47:01 WIB
Zoom Sebut AI Kini Bantu Selesaikan Pekerjaan, Bukan Cuma Jawab
Head of Asia Pacific Zoom Carlos Quaderi berbicara dalam wawancara di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

KALIMANTAN TIMUR — Zoom menyatakan fase baru AI bukan lagi sekadar memberi jawaban atau membuat konten, melainkan membantu menyelesaikan pekerjaan hingga menghasilkan tindakan nyata. Perubahan ini disampaikan Carlos Quaderi, Head of Asia Pacific Zoom, dalam wawancara di Jakarta, Kamis (8/10/2026), yang menegaskan posisi Zoom sebagai system of action, bukan lagi platform meeting semata.

Carlos Quaderi menyebut percakapan akan menjadi bagian penting dalam cara AI bekerja. Rekaman dan transkrip meeting tidak lagi berhenti sebagai arsip, tetapi menjadi sumber bagi AI untuk memahami konteks dan menentukan pekerjaan yang perlu dilakukan.

Menurutnya, AI membutuhkan konteks agar hasilnya tepat. Percakapan memberi konteks real-time, sementara data perusahaan menyediakan informasi historis yang dibutuhkan AI.

"Di masa depan, apa yang saya tangkap dari percakapan akan benar-benar menghasilkan seluruh pekerjaan dan menyelesaikan pekerjaan hanya berdasarkan percakapan ini," ujarnya.

Kesadaran Kontekstual Jadi Kunci

Carlos mencontohkan perusahaan yang meminta AI menyusun rencana berdasarkan data setahun terakhir. AI bisa mengakses data itu, tetapi tanpa memahami meeting terbaru, AI kehilangan konteks soal keputusan yang baru saja dibahas.

Zoom menyebut kemampuan ini sebagai kesadaran kontekstual. Percakapan terbaru dan data historis perusahaan digabungkan supaya AI tidak salah membaca situasi.

"Dengan memahami apa yang sedang mereka bicarakan, saya sekarang bisa mengambil data yang relevan dengan percakapan tersebut. Itulah yang kami maksud dengan kesadaran kontekstual," jelas Carlos.

Dari Output ke Outcome

Perubahan berikutnya adalah pergeseran dari output menuju outcome. AI tidak hanya membuat dokumen, rangkuman, atau materi presentasi, tetapi diharapkan membantu menyelesaikan pekerjaan yang muncul dari percakapan.

"Di masa depan, ini bukan lagi tentang output. Ini akan menjadi tentang outcome," ujar Carlos.

Untuk mewujudkannya, AI perlu terhubung dengan berbagai sistem yang sudah dipakai perusahaan. Zoom mengembangkan pendekatan open ecosystem agar AI dapat bekerja dengan aplikasi seperti Salesforce, Microsoft, Google, ServiceNow, dan Workday.

"Kami tidak mengatakan, 'Pilih dan gunakan teknologi kami'. Alih-alih, kami mengatakan AI kami dapat terintegrasi dengan semua itu," katanya.

Menjawab Kompleksitas Tools Perusahaan

Pendekatan tersebut ditujukan untuk mengatasi masalah yang muncul setelah bertahun-tahun perusahaan melakukan transformasi digital. Banyaknya aplikasi dan tools justru membuat pekerjaan semakin kompleks karena karyawan harus berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain.

"Kami ingin menyederhanakan lingkungan, menyederhanakan pengalaman, dan membuat pengalaman pengguna menjadi lebih baik," ujarnya.

Bagi pelaku bisnis digital di Indonesia, arah ini menempatkan integrasi lintas aplikasi sebagai pertimbangan utama saat memilih platform kolaborasi. Nilai sebuah tools tidak lagi diukur dari fitur meeting-nya, tetapi dari seberapa lancar ia menyambung dengan sistem yang sudah berjalan di perusahaan.

Peran Manusia Tetap Dipertahankan

Meski AI semakin mampu mengerjakan berbagai tugas, Carlos menilai manusia tidak akan kehilangan perannya. Kemampuan seperti empati, interaksi, pengalaman, dan penilaian tetap dibutuhkan.

"AI bisa meniru tugas, tetapi AI tidak memiliki kesadaran," tegasnya.

Pandangan ini menegaskan posisi Zoom di pasar kolaborasi kerja yang semakin padat oleh fitur AI. Perusahaan yang mampu menghubungkan percakapan, data, dan eksekusi kerja dalam satu alur berpeluang lebih besar diadopsi korporasi dibanding yang hanya menambah asisten AI di permukaan produk.

Follow www.faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks