PT PLN (Persero) mengoperasikan kembali Unit 2 PLTU Kaltim Teluk berkapasitas 110 Megawatt setelah dua bulan mengalami kendala teknis. Pembangkit itu kembali menyuplai daya ke jaringan Sistem Interkoneksi Kalimantan sejak Senin. Pasokan tambahan ini diharapkan menekan pemadaman bergilir yang melanda permukiman dan sektor usaha di Kaltim serta Kaltara.
BALIKPAPAN — Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) Muchamad Meiryandi menyatakan penanganan teknis pada Unit 2 PLTU Kaltim Teluk telah rampung sepenuhnya. Pembangkit berkapasitas 2 x 110 MW itu sebelumnya berhenti sementara dan menurunkan daya operasi.
Defisit pasokan yang timbul dari penghentian itu berdampak langsung pada pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kaltim dan Kaltara. Pemadaman menyasar permukiman warga hingga sektor usaha.
Skema Pasokan Penopang 278 MW Selama Pemulihan
Untuk menambal kekurangan daya selama proses pemulihan, PLN mengandalkan skema pasokan penopang sebesar 278 MW. Suntikan daya itu ditopang PLTD Trisakti di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebesar 25 MW dan PLTD Batulicin sebesar 10 MW.
Selain keduanya, PLN menyiapkan skema tambahan dari pembangkit sewa sebesar 158 MW yang terus diupayakan memperkuat cadangan sistem.
"Beroperasinya Unit 2 untuk mendukung sistem merupakan perkembangan positif dalam upaya PLN memperkuat pasokan listrik Kalimantan," kata Meiryandi di Balikpapan, Senin.
650 Teknisi Kejar Perawatan Unit 1 dari 56 Hari Jadi 48 Hari
Unit 1 PLTU Kaltim Teluk berkapasitas 110 MW masih menjalani perawatan skala besar atau major maintenance. PLN mengerahkan 650 personel teknisi di lapangan untuk mempercepat pengerjaan.
Ratusan tenaga ahli itu bekerja tanpa henti dalam skema tiga sif selama 24 jam. Skema tersebut memangkas waktu pengerjaan dari target normal 56 hari menjadi 48 hari.
"Percepatan terus kami lakukan dengan tetap memastikan setiap tahapan teknis dijalankan secara tepat agar unit benar-benar siap saat kembali beroperasi," ujar Meiryandi.
Pemeriksaan Menyeluruh hingga Uji Kelaikan Sebelum Masuk Grid
Pengerjaan skala besar pada Unit 1 mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap komponen utama, perbaikan teknis, hingga pengujian kelaikan sebelum unit dihubungkan kembali ke sistem grid.
Proses pemeliharaan pembangkit penopang beban puncak itu dikelola langsung oleh anak perusahaan PLN, yakni PT PLN Nusantara Power selaku operator pengelola PLTU Kaltim Teluk.
PLN menargetkan seluruh rangkaian perawatan Unit 1 selesai sepenuhnya pada akhir Oktober 2026. Target itu dipasang demi memulihkan pasokan daya secara utuh di sistem kelistrikan Kalimantan.