Pencarian

Listrik 24 Jam Akhirnya Menyala di 4 Desa Kutai Timur, Warga Batu Ampar Bisa Berjualan Hingga Malam

Rabu, 07 Oktober 2026 • 07:59:02 WIB
Listrik 24 Jam Akhirnya Menyala di 4 Desa Kutai Timur, Warga Batu Ampar Bisa Berjualan Hingga Malam
Warga Desa Batu Ampar, Kutai Timur, kini menikmati layanan listrik 24 jam.

Empat desa di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, resmi menikmati layanan listrik 24 jam sejak Senin (5/10), mengakhiri puluhan tahun keterbatasan pasokan tenaga listrik. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyatakan pasokan listrik stabil membuka ruang tumbuhnya usaha rumah tangga, perdagangan, hingga pengolahan hasil pertanian di wilayah perdesaan tersebut.

SANGATTA — Desa Mugi Rahayu, Beno Harapan, Mawai Indah, dan Himba Lestari kini mendapatkan aliran listrik sepanjang hari setelah bertahun-tahun hanya mengandalkan penerangan mandiri pada malam hari. Warga sebelumnya harus menyesuaikan aktivitas dengan keterbatasan waktu dan biaya penyediaan energi.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyampaikan hal itu di Sangatta, Selasa, usai meninjau langsung dampak masuknya jaringan listrik ke empat desa tersebut.

Dari Penerangan ke Kegiatan Produktif

Menurut Ardiansyah, listrik 24 jam tidak berhenti pada penerangan rumah. Pasokan yang stabil memberi ruang bagi warga untuk menggerakkan usaha rumahan, berdagang, mengolah hasil pertanian, hingga menjalankan kegiatan ekonomi lain yang sebelumnya terbatas.

"Masuknya listrik 24 jam tidak hanya menghadirkan penerangan bagi warga, tapi juga memberikan ruang bagi tumbuhnya berbagai kegiatan produktif, mulai usaha rumah tangga, perdagangan, pengolahan hasil pertanian hingga kegiatan ekonomi lain," ujar Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman di Sangatta, Selasa.

Dengan listrik yang lebih andal, warga bisa memanfaatkan berbagai peralatan elektronik untuk menunjang usaha. Aktivitas ekonomi pun dapat berlangsung lebih lama, membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha di desa.

Biaya BBM untuk Genset Kini Dialihkan ke Modal Usaha

Bagi masyarakat Batu Ampar, kehadiran listrik penuh waktu mengakhiri ketergantungan pada sumber penerangan mandiri. Selama ini sebagian warga membeli bahan bakar minyak untuk menyalakan genset pada malam hari.

Pengeluaran rutin untuk BBM itu kini bisa dialihkan menjadi tambahan modal usaha. Perubahan ini dinilai langsung menyentuh kantong warga, terutama pelaku usaha kecil di empat desa tersebut.

Anak Bisa Belajar Malam Hari, Kegiatan Warga Lebih Luas

Dampak tidak hanya terasa di sektor ekonomi. Akses listrik penuh waktu juga menopang kegiatan sosial dan pendidikan. Anak-anak dapat belajar pada malam hari dengan penerangan lebih memadai, sementara warga punya keleluasaan menjalankan aktivitas keluarga maupun kemasyarakatan.

Pemerintah daerah menyebut perluasan akses listrik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dasar hingga ke wilayah perdesaan.

"Cakupan layanan listrik di Kutai Timur terus mengalami peningkatan. Perluasan jaringan listrik diharapkan tidak hanya meningkatkan rasio elektrifikasi, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat," kata Ardiansyah.

Pemerataan Pembangunan Jadi Kunci

Ardiansyah menegaskan ketersediaan listrik menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat di wilayah perdesaan.

Pemkab Kutai Timur melanjutkan perluasan jaringan listrik ke desa-desa lain yang belum menikmati layanan penuh waktu. Rasio elektrifikasi daerah itu menjadi salah satu indikator yang dipantau dalam pelayanan dasar ke warga.

Follow www.faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks