Pencarian

Karhutla Makroman Samarinda Masuk Hari Keempat, Api Merambat di Bawah Gambut Seluas 30 Hektare

Selasa, 06 Oktober 2026 • 07:16:31 WIB
Karhutla Makroman Samarinda Masuk Hari Keempat, Api Merambat di Bawah Gambut Seluas 30 Hektare
Petugas memadamkan titik api di kawasan gambut Pelita 8, Makroman, Samarinda.

SAMARINDA — Api di kawasan Pelita 8, Makroman, tidak hanya membakar vegetasi di permukaan. Bara bergerak melalui lapisan gambut di bawah tanah dan muncul kembali di titik-titik yang sebelumnya terlihat padam. Kondisi itu memaksa petugas melakukan pemadaman dari atas dan bawah sekaligus.

Saefuddin Zuhri meninjau lokasi kebakaran pada Senin (5/10/2026) sore. Ia sempat mengecek kondisi tanah menggunakan tongkat dan menemukan lapisan gambut yang cukup dalam di bawah permukaan.

"Kalau kita lihat memang dasarnya gambut. Di atas kelihatannya sudah padam, tapi di bawahnya itu merambat," ujar Saefuddin.

Mengapa Gambut Menyulitkan Pemadaman?

Lapisan gambut memungkinkan api bergerak tanpa terlihat dari permukaan. Petugas tidak cukup hanya menyiram titik yang menyala, tetapi juga harus mencari bara yang masih aktif di dalam tanah.

"Saya juga mencoba dengan tongkat ini, ternyata dalam. Dalamnya itu juga gambut. Jadi dari bawah itu kalau memadamkan ekstra, mulai dari atas iya, dari bawah iya," katanya.

Saefuddin menyebut titik api di Pelita 8 merupakan rembetan dari kebakaran yang sebelumnya muncul di sekitar kawasan pekuburan Makroman. Karena itu, petugas harus terus memantau lokasi yang sudah terlihat padam.

"Makanya dobel. Kalau mobil itu dobel gardan," ucapnya.

BPBD, Damkar, Relawan, dan Satpol PP Dikerahkan

Penanganan karhutla melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, relawan, dan Satpol PP. Mereka terus mengerahkan personel meski menghadapi medan yang sulit.

Saefuddin menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas yang bertahan di lapangan. Ia mengakui upaya mereka belum cukup menghentikan kebakaran.

"Atas nama Pemerintah Kota Samarinda terima kasih, semua teman-teman BPBD, Damkar, relawan, Satpol PP berjibaku untuk memadamkan api. Ternyata dengan tenaga semuanya itu masih juga kewalahan," tuturnya.

Akses Warga Makroman-Pulau Atas Jadi Perhatian

Pemerintah Kota Samarinda memperhatikan keselamatan warga selama proses pemadaman. Jalur yang menghubungkan Makroman, Pulau Atas, dan Sindangsari masih digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.

Petugas mempertimbangkan kondisi lokasi sebelum menentukan langkah pemadaman. Pemerintah berupaya agar akses warga tetap aman digunakan.

Selain mengandalkan personel di lapangan, pemerintah berharap hujan turun merata di Samarinda. Saefuddin menyebut hujan sudah mulai turun di sejumlah wilayah, tetapi belum mencakup seluruh kawasan terdampak.

"Moga-moga Allah selekasnya memberikan hujan, karena kalau kita lihat hujan sudah mulai ada di daerah-daerah, tapi belum merata," ujarnya.

Status Tanggap Darurat Berpotensi Diperpanjang

Kebakaran yang belum tuntas hingga hari keempat membuka peluang perpanjangan status tanggap darurat. Wali Kota Samarinda memegang kewenangan untuk menentukan perpanjangan tersebut.

Melihat api yang masih berlangsung, Saefuddin memperkirakan pemerintah akan memperpanjang status tanggap darurat.

"Insyaallah diperpanjang," pungkasnya.

Follow www.faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idenesia.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks