Pencarian

Kemampuan Motorik Anak dan Kaitan dengan Matematika: Riset UNP-UPSI Malaysia

Senin, 05 Oktober 2026 • 09:47:31 WIB
Kemampuan Motorik Anak dan Kaitan dengan Matematika: Riset UNP-UPSI Malaysia
Peneliti UNP dan UPSI Malaysia meneliti kaitan kemampuan motorik anak dengan capaian matematika siswa sekolah dasar.

KALIMANTAN TIMUR — Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia meneliti kaitan kemampuan motorik anak dengan capaian matematika. Riset ini melibatkan siswa SD Pembangunan Laboratorium UNP sebagai mitra penelitian, dengan harapan hasilnya jadi dasar pengembangan stimulasi fisik dan kognitif anak sejak dini.

Riset kolaborasi internasional antara UNP dan UPSI Malaysia menyoroti satu hal yang sering luput dari perhatian orang tua: kemampuan fisik anak ternyata bukan sekadar soal bisa berlari atau melompat. Ada benang merah yang sedang ditelusuri antara keterampilan motorik dan prestasi matematika di sekolah dasar.

Penelitian ini menjadi bagian dari kerja sama akademik kedua universitas, khususnya di bidang ilmu keolahragaan. Siswa SD Pembangunan Laboratorium UNP dipilih sebagai mitra penelitian dalam pengambilan data.

Mengapa Motorik Anak Penting untuk Prestasi Matematika?

Perwakilan UPSI Malaysia, Dr. Abdul Muiz Nor Azmi, menegaskan bahwa stimulasi motorik yang optimal bisa menjadi fondasi tumbuh kembang anak di masa depan. Menurutnya, kemampuan fisik yang terlatih sejak dini berkontribusi pada kesiapan anak menghadapi tugas kognitif yang lebih kompleks.

Tim peneliti membandingkan kemampuan motorik anak dengan capaian matematika mereka. Hasil awal menunjukkan bahwa anak yang stimulasi fisiknya baik cenderung lebih siap mengikuti pembelajaran yang menuntut konsentrasi dan pemecahan masalah.

Siapa Saja yang Terlibat dalam Riset Ini?

Dari sisi UNP, penelitian dipimpin Dr. Andri Gemaini, S.Si., M.Pd., bersama kandidat doktor Heru Andika, M.Pd. dan Firunika Intan Cahyani, M.Or. Sementara dari UPSI Malaysia, Dr. Abdul Muiz Nor Azmi bertindak sebagai perwakilan.

Kepala SD Pembangunan Laboratorium UNP, Yasmadewi, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan penelitian tersebut. Ia menilai perkembangan anak perlu dilihat secara menyeluruh karena aspek fisik-motorik dan kognitif saling berkaitan erat.

Apa Manfaat Riset Ini bagi Orang Tua di Rumah?

Bagi ibu dan ayah di rumah, temuan ini menjadi pengingat bahwa aktivitas fisik anak tidak boleh dianggap sekadar pelengkap. Bermain di luar ruangan, melompat, menendang bola, atau berjalan di titian bukan hanya melatih otot, tapi juga melatih otak.

Dr. Andri Gemaini berharap kolaborasi UNP dan UPSI terus dikembangkan, terutama dalam bidang ilmu keolahragaan. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar riset lanjutan sekaligus meningkatkan kualitas penelitian antaruniversitas di tingkat internasional.

Proses pengambilan data juga mendapat dukungan dari guru olahraga SD Pembangunan Laboratorium UNP. Kolaborasi ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, khususnya mendukung tumbuh kembang anak melalui aktivitas fisik dan perhatian pada kesehatan sejak usia dini.

Kapan Orang Tua Perlu Lebih Perhatian?

Jika anak usia sekolah tampak kesulitan mengikuti pelajaran matematika, ada baiknya orang tua juga mengevaluasi rutinitas gerak anak sehari-hari. Anak yang jarang bergerak aktif bisa mengalami keterlambatan stimulasi motorik yang berdampak pada kesiapan belajar.

Konsultasikan dengan guru olahraga atau dokter anak bila Anda melihat anak sering terjatuh, sulit mengoordinasikan tangan dan mata, atau enggan beraktivitas fisik dibanding teman seusianya.

Riset UNP dan UPSI Malaysia ini membuka wawasan baru bahwa mendukung kemampuan motorik anak sama pentingnya dengan mendampingi mereka belajar berhitung. Mulai dari hal sederhana di rumah, ibu bisa memberi ruang lebih banyak bagi anak untuk bergerak, bermain, dan mengeksplorasi lingkungannya.

Follow www.faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: langgam.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks