SAMARINDA — Kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Pelita 8, Sambutan, menyebar ke Pelita 9 dan membuat kabut asap menutupi Jalan Poros Samarinda-Anggana. Meski kendaraan masih bisa melintas, jarak pandang pengendara berkurang tajam. Kondisi itu kian berisiko ketika malam tiba karena cahaya minim bertambah dengan asap pekat.
Titik Api Berjarak 150 Meter dari Pesantren
Pengawas Bencana Wilayah Sambutan, Maulana, menyebut titik api berada sekitar 150 meter dari sebuah pesantren yang dihuni para santri. Petugas memperhitungkan keselamatan warga di sekitar lokasi sebelum mengambil langkah penanganan lebih agresif.
Asap yang menyebar sampai jalan utama menjadi perhatian tersendiri. Gangguan bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga keselamatan berlalu lintas.
"Mengingat kondisinya magrib, dan penerangan terbatas. Asap di mana-mana, jadi kami memutuskan bertahan sejenak sambil menunggu kekuatan penuh untuk mengendalikan api," kata Maulana.
Pengendara Diminta Kurangi Kecepatan
Seorang pengguna jalan menuju Makroman, Zahra, mengaku terkejut dengan kondisi asap yang hampir menutupi jalan. Ia menyebut pengalaman serupa pernah terjadi di Samarinda Seberang, tetapi tidak separah di Poros Samarinda-Anggana.
"Kaget juga sih, baru pertama kali juga ngalamin, sebelumya pernah di Samarinda Seberang tapi enggak separah ini, sampai hampir menutupi jalan," ujarnya.
Zahra mengaku masih bisa melintas pada siang hari. Namun saat malam, ia memilih tidak melewati jalur tersebut karena gelap bertambah kabut asap.
"Masih bisa lewat sih, tapi kalau malam enggak, karena gelap tambah kabut asap," sebutnya.
Petugas Bertahan Menunggu Kondisi Aman
Maulana memastikan pemantauan terus dilakukan sembari menunggu kondisi yang memungkinkan bagi petugas untuk memperkuat penanganan. Pengendara diminta mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika kondisi semakin gelap.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati karena jarak pandang sangat minim," tuturnya.
Hingga petugas kembali memperkuat penanganan, jalur Poros Samarinda-Anggana masih berpotensi dilintasi kabut asap. Warga yang hendak melintas disarankan mempertimbangkan waktu perjalanan dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik.