Pencarian

Qualcomm Rilis Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan X2 Series, Agentic AI Jadi Fokus

Jumat, 02 Oktober 2026 • 12:17:31 WIB
Qualcomm Rilis Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan X2 Series, Agentic AI Jadi Fokus
Qualcomm memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, Snapdragon 8 Elite Gen 6, dan Snapdragon X2 Series dalam acara peluncuran di Jakarta.

KALIMANTAN TIMUR — Qualcomm memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, Snapdragon 8 Elite Gen 6, dan Snapdragon X2 Series dalam satu acara peluncuran di Jakarta. Fokus utama generasi ini bukan lagi sekadar kecepatan benchmark, melainkan Agentic AI yang memproses teks, suara, dan gambar langsung di perangkat. Snapdragon X2 Series diklaim menawarkan performa hingga 67 persen lebih tinggi dengan konsumsi daya 43 persen lebih rendah dari generasi sebelumnya.

Peluncuran yang berlangsung di Jakarta pada 1 Oktober 2026 ini menandai strategi Qualcomm menempatkan AI sebagai fondasi pengalaman pengguna, bukan fitur tambahan. Perusahaan menyiapkan tiga lini chipset sekaligus untuk menyasar segmen smartphone flagship dan PC berbasis ARM.

Dua Flagship Smartphone: Extreme Gen 6 dan Gen 6

Qualcomm memakai pendekatan dual-flagship untuk pasar smartphone kelas atas. Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 ditempatkan sebagai varian paling tinggi, dengan fokus pada pemrosesan AI kompleks yang berjalan on-device.

Chipset ini dirancang menangani input teks, suara, dan gambar tanpa harus selalu bergantung pada server cloud. Dampaknya, interaksi dengan smartphone berpotensi terasa lebih cepat dan kontekstual, mulai dari produktivitas, fotografi, sampai pembuatan konten.

Di sisi hardware, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dibekali CPU Qualcomm Oryon generasi terbaru. Untuk grafis, Qualcomm menyematkan teknologi Adreno Neural Fusion yang mendukung pengalaman gaming berbasis AI.

Snapdragon 8 Elite Gen 6: Flagship untuk Lebih Banyak Perangkat

Posisi Snapdragon 8 Elite Gen 6 sedikit berbeda. Platform ini menyasar kombinasi performa, kemampuan AI, dan efisiensi daya pada lebih banyak perangkat flagship, bukan hanya model paling mahal.

Artinya, generasi Snapdragon terbaru tidak lagi berlomba soal angka benchmark semata. Fokusnya bergeser ke bagaimana kemampuan komputasi diterjemahkan menjadi fitur yang benar-benar terasa saat dipakai.

Snapdragon X2 Series: Performa Naik 67 Persen, Daya Turun 43 Persen

Untuk segmen PC, Qualcomm memperluas komputasi berbasis ARM lewat Snapdragon X2 Series. Pabrikan mengklaim peningkatan performa hingga 67 persen dibanding generasi sebelumnya, dengan konsumsi daya sampai 43 persen lebih rendah.

Angka itu penting bagi pengguna yang sering bekerja mobile tanpa akses colokan listrik. Laptop berpotensi lebih cepat sekaligus lebih hemat daya dalam satu paket.

Kemampuan AI juga mendapat perhatian besar. Snapdragon X2 Series membawa NPU dengan kemampuan hingga 80 TOPS, dan Qualcomm menyebut pemrosesan AI-nya mencapai 67 persen lebih cepat dari generasi sebelumnya.

Di titik ini konsep Agentic AI mulai relevan. Pemrosesan AI yang berlangsung langsung di PC menjadi fondasi bagi fitur yang lebih responsif dan mampu memahami konteks aktivitas pengguna.

Ekosistem Aplikasi dan Snapdragon C untuk Laptop Entry-Level

Qualcomm menyebut sudah ada lebih dari 7.300 aplikasi kompatibel dan lebih dari 3.000 game yang didukung di ekosistem Snapdragon X2 Series. Perusahaan juga memperluas keluarga Snapdragon lewat Snapdragon C yang menyasar laptop entry-level.

Langkah ini menunjukkan Qualcomm tidak hanya membidik perangkat premium. Segmen bawah ikut disasar untuk memperbesar basis pengguna ekosistem ARM di PC.

Bukan Cuma Smartphone dan Laptop: XR, Audio, Wearable, Gaming

Cakupan Snapdragon melebar ke berbagai kategori perangkat. Dalam acara tersebut, Qualcomm memamerkan Ray-Ban Meta Glasses, Meta Quest 3, Bose Headphones dan Earbuds, Lenovo Legion Gaming Tab, serta Samsung Watch Ultra 2.

Perluasan ini memperlihatkan bahwa pengalaman AI ke depan kemungkinan tidak berlangsung di satu perangkat saja. Smartphone menjadi pusat aktivitas, PC jadi perangkat produktivitas, sementara wearable dan perangkat XR berfungsi sebagai bagian dari ekosistem yang saling terhubung.

Data dan konteks penggunaan tidak lagi terpisah berdasarkan jenis perangkat. Namun implementasinya tetap bergantung pada produsen perangkat, pengembang aplikasi, sistem operasi, dan layanan yang tersedia.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Klaim peningkatan performa 67 persen dan efisiensi daya 43 persen masih berasal dari Qualcomm sendiri. Angka riil baru bisa diverifikasi setelah perangkat dengan chipset ini diuji independen.

Kemampuan chipset juga tidak otomatis berarti semua perangkat Snapdragon menawarkan pengalaman AI yang sama. Produsen perangkat punya ruang berbeda dalam mengimplementasikan fitur, dan ketersediaan aplikasi lokal di Indonesia akan menentukan seberapa berguna Agentic AI dalam pemakaian harian.

  • Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 — varian tertinggi, fokus AI on-device kompleks
  • Snapdragon 8 Elite Gen 6 — flagship untuk lebih banyak perangkat, seimbang performa-AI-daya
  • Snapdragon X2 Series — PC ARM, klaim performa +67 persen, daya -43 persen, NPU 80 TOPS
  • Snapdragon C — platform baru untuk laptop entry-level

Follow www.faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pemmzchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks