KALIMANTAN TIMUR — Desa Tegalmulyo di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, menyimpan dua kuliner khas lereng barat Gunung Merapi, yakni Kopi Sapuangin dan nasi jagung. Keduanya meraih juara 1 pada Festival Desa Wisata Klaten di Taman Barepan, Kecamatan Cawas, pekan lalu. Kopi Sapuangin kini diburu pencinta kopi hingga ada yang rela inden karena produksinya jauh di bawah permintaan.
Kopi Sapuangin bukan produk baru di Tegalmulyo. Warga desa ini sempat menebang pohon kopi di kebun mereka lebih dari dua dekade lalu karena harga anjlok, lalu mulai menanam kembali pada 2017 ketika harga kopi berangsur stabil dan pemahaman budi daya membaik.
Ditanam Kembali Sejak 2017
Jenis kopi yang dikembangkan di Tegalmulyo adalah arabika dengan beragam varietas. Dua di antaranya menjadi unggulan, yakni Yellow Bourbon dan Abyssinia.
Kopi Sapuangin kini jadi salah satu produk yang diburu pencinta kopi. Jumlah produksinya masih jauh dari permintaan, sehingga sebagian pembeli memilih inden untuk mendapatkannya.
Nasi Jagung, Konsumsi Harian Warga
Nasi jagung sudah lama menjadi makanan sehari-hari warga Tegalmulyo. Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Sejahtera Desa Tegalmulyo, Purnama, menyebut hidangan itu nyaris selalu tersedia di rumah warga.
"Kalau untuk konsumsi warga, nasi jagung biasanya selalu ada," kata Purnama.
Selain untuk konsumsi sendiri, sejumlah warga menerima pesanan nasi jagung dalam bentuk paket. Isiannya beragam, mulai dari nasi jagung putih, ikan asin, botok tempe, godong telo, hingga sambel orek.
"Ada nasi jagung putih, ikan asin, botok tempe, godong telo, sambel orek," jelas Purnama.
Daya Tarik Lain di Tegalmulyo
Kuliner dan oleh-oleh menjadi pintu masuk wisata di desa ini. Panorama alam Merapi dengan perbukitan hijau dan pepohonan lebat sudah jadi daya tarik utama, ditambah sejumlah potensi lain seperti edukasi kopi, trekking minat khusus di Sapuangin, kamping, hingga kawasan Girpasang yang pernah viral.
Purnama menyatakan penataan wisata di Tegalmulyo terus berjalan, termasuk upaya menghidupkan kembali pariwisata lewat potensi Girpasang.
"Ini yang menjadi PR kami bersama-sama teman Pokdarwis dan BUMDes bagaimana cara mengembangkan wisata menjadi lebih dikenal lagi melalui membuat paket-paket baru," jelasnya.
Tips Berkunjung
Waktu terbaik menikmati Tegalmulyo adalah pagi hingga siang saat cuaca lereng Merapi cenderung cerah. Untuk Kopi Sapuangin, wisatawan sebaiknya menanyakan ketersediaan stok lebih dulu karena produksi terbatas. Informasi terkini soal paket wisata, harga, dan jam kunjungan dapat dikonfirmasi via BUMDes Mitra Sejahtera atau dinas pariwisata setempat.
Durasi ideal untuk menjelajah Tegalmulyo adalah satu hari penuh, cukup untuk mencoba kopi, trekking ringan, dan menikmati nasi jagung sebelum kembali ke Kota Klaten.