SAMARINDA — Jaya Mualimin menempati posisi baru sebagai Kepala Dinas Sosial Kaltim setelah sebelumnya memimpin Dinas Kesehatan. Andi Muhammad Ishak bergerak arah sebaliknya, kembali ke Dinkes Kaltim yang pernah ia pimpin sebagai pelaksana tugas. Keduanya resmi dilantik dan diambil sumpahnya di Kantor Gubernur Kaltim.
Rotasi ini menyentuh dua perangkat daerah yang bersinggungan langsung dengan layanan dasar warga: kesehatan dan bantuan sosial. Keputusan gubernur yang diteken 25 September 2026 itu menjadi dasar penempatan keduanya di jabatan pimpinan tinggi pratama.
Jaya Mualimin: dari Dinkes ke Dinsos, Sebut Jabatan sebagai Amanah
Jaya mengaku tidak mempersoalkan penempatan barunya. Menurut dia, siapa pun pejabat yang dilantik wajib menjalankan tugas di mana pun ditugaskan.
"Jabatan ini amanah. Kami prajurit mau ditempatkan di mana saja, siap untuk menjalankan," kata Jaya usai pelantikan.
Ia menyebut persoalan sosial di Dinsos Kaltim memiliki cakupan lebih luas dibanding sektor kesehatan. Perhatiannya antara lain tertuju pada pelayanan penyandang disabilitas, termasuk mereka yang butuh penanganan khusus dan anak-anak dengan disabilitas.
Program yang sudah berjalan akan diteruskan. Salah satu yang disebut Jaya adalah kepesertaan BPJS bagi masyarakat penerima bantuan iuran.
"Saya ingin melanjutkan programnya Pak Andi Ishak. Terutama juga terkait dengan masalah-masalah sosial yang ada," ujarnya.
Rencana Penyegaran Dibahas Sejak Beberapa Bulan Sebelumnya
Jaya mengungkapkan wacana penyegaran jabatan sudah dibicarakan sejak beberapa bulan lalu. Namun informasi soal posisi barunya baru ia terima menjelang pengambilan sumpah jabatan.
Soal pengalaman di Dinkes, Jaya tidak menjelaskan lebih jauh apakah ada program kesehatan yang belum tuntas. Ia memilih menekankan kesiapan menjalankan tugas di Dinsos.
Andi Ishak Pilih Konsolidasi Internal sebagai Langkah Pertama
Di Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak tidak datang ke tempat yang asing. Sebelum memimpin Dinsos, ia pernah menjabat Sekretaris Dinkes Kaltim dan dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kaltim.
Langkah pertamanya setelah kembali adalah konsolidasi internal. Ia juga akan memetakan persoalan yang masih dihadapi perangkat daerah tersebut.
"Kami juga akan segera konsolidasi ke dalam dan menggali persoalan yang ada. Kira-kira apa yang menjadi penyebab dan insyaallah kami juga akan mencari solusi tercepat yang bisa dilakukan," kata Ishak.
Program yang sudah berjalan tetap dikawal. Persoalan yang belum selesai akan ditindaklanjuti lewat koordinasi dengan pihak terkait.
Bagi Andi, pindah jabatan tidak otomatis memindahkan persoalan dari satu perangkat daerah ke perangkat daerah lain. Setiap posisi, katanya, punya tantangan sendiri.
"Dimanapun kita ditempatkan, pasti ada tantangan, ada masalah. Intinya kita harus siap untuk menghadapi tantangan itu dan untuk bisa menyelesaikan ini sebaik-baiknya," tutupnya.