Pencarian

FIFA ASEAN Cup 2026 Digelar di Indonesia, Tanpa Promosi dan Degradasi

Kamis, 24 September 2026 • 19:47:31 WIB
FIFA ASEAN Cup 2026 Digelar di Indonesia, Tanpa Promosi dan Degradasi
FIFA ASEAN Cup 2026 resmi digelar di Indonesia dan Hong Kong pada 24 September–5 Oktober dengan format dua divisi.

KALIMANTAN TIMUR — FIFA ASEAN Cup 2026 resmi bergulir di Indonesia dan Hong Kong pada 24 September-5 Oktober dengan format dua divisi yang terpisah. Turnamen edisi perdana ini tidak menerapkan sistem promosi dan degradasi, berbeda dari UEFA Nations League yang menjadi inspirasi konsepnya.

Regulasi FIFA ASEAN Cup 2026 menegaskan bahwa seluruh peserta ditunjuk langsung oleh FIFA. Pasal 1 Ayat 1 dalam regulasi turnamen menyebutkan bahwa FIFA memegang kendali penuh atas daftar peserta, jumlah tim, hingga penempatan divisi.

Konsekuensinya, tidak ada jalur otomatis bagi tim di Divisi 2 untuk naik ke Divisi 1, begitu pula sebaliknya. Dua divisi yang dipertandingkan berjalan sendiri-sendiri tanpa keterhubungan sistem kompetisi.

Divisi 1 Diisi Delapan Tim, Divisi 2 Enam Peserta

Divisi 1 dihuni Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, Singapura, Bangladesh, dan Pakistan. Sementara Divisi 2 diisi Hong Kong, Myanmar, Kamboja, Laos, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.

Penempatan sejumlah tim memunculkan pertanyaan karena tidak ada tolok ukur yang dijelaskan dalam regulasi. Bangladesh dan Pakistan, dua peserta Divisi 1, justru memiliki peringkat FIFA lebih rendah dari rata-rata tim di Divisi 2.

FIFA tidak merinci dasar penentuan divisi tersebut. Regulasi hanya menyatakan bahwa badan sepak bola dunia itu memiliki hak mengubah atau menyesuaikan nama kompetisi berdasarkan diskresi tunggal, dengan tetap mempertahankan identitas ASEAN.

Alasan FIFA Bentuk Turnamen Baru di Kalender Internasional

Pembentukan FIFA ASEAN Cup ditengarai untuk meningkatkan daya kompetitif di kalender internasional. Periode yang biasanya dipakai tim nasional untuk menjalankan laga persahabatan kini diisi turnamen resmi.

Ide serupa lebih dulu diterapkan UEFA lewat UEFA Nations League yang resmi bergulir pada 2018. Kompetisi itu memberlakukan promosi dan degradasi untuk menggairahkan daya saing antarnegara Eropa.

Salah satu sosok sentral pencetus konsep UEFA Nations League adalah Gianni Infantino saat masih menjabat Sekjen UEFA, sebelum kini menjabat Presiden FIFA.

Beda Sistem dengan UEFA Nations League

UEFA Nations League membagi 55 tim peserta ke empat kasta, dari Liga A hingga Liga D. Empat tim teratas di Liga A berhak melaju ke fase gugur, sedangkan tim paling tinggi di Liga B, C, dan D berhak promosi ke level lebih tinggi.

Nasib minor ditelan tim terendah di Liga A, B, dan C karena harus degradasi ke kasta lebih rendah. Sistem berjenjang ini juga dipakai sekaligus untuk Kualifikasi Euro dan Kualifikasi Piala Dunia.

FIFA ASEAN Cup 2026 tidak mengadopsi mekanisme serupa. Tanpa promosi dan degradasi, posisi setiap tim di divisinya sudah terkunci sejak daftar peserta ditetapkan FIFA.

Format dua divisi di dua negara menjadi ciri edisi perdana turnamen ini. Indonesia dan Hong Kong berbagi peran sebagai tuan rumah selama gelaran 24 September hingga 5 Oktober.

Follow www.faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks