Pemerintah Kota Bontang resmi meluncurkan portal digital ramah anak SATRIA (Saatnya Terhubung, Informatif, dan Ramah Anak) sebagai platform layanan dan informasi untuk memperkuat pemenuhan hak serta perlindungan anak di daerah itu. Portal berbasis kecerdasan buatan (AI) yang beralamat di satria.bontangkota.go.id ini diinisiasi DP3AKB Bontang dengan dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Kaltim Nitrate Indonesia. Peluncuran melibatkan sekitar 300 peserta dari unsur pelajar, Dharma Wanita Persatuan, camat, hingga lurah.
BONTANG — Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyebut SATRIA dirancang sebagai kanal layanan dan informasi digital yang ramah anak. Platform ini mencakup edukasi literasi digital, perlindungan data pribadi, pendampingan kesehatan mental, hingga kanal aspirasi bagi anak.
"Platform SATRIA dirancang sebagai kanal layanan dan informasi digital yang ramah anak," ucap Neni di Bontang, Rabu, terkait peluncuran portal tersebut.
Neni menegaskan perlindungan anak bukan tanggung jawab pemerintah semata. Ia mengajak seluruh pihak berkolaborasi mewujudkan Bontang sebagai Kota Layak Anak.
"Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, mari berkolaborasi mewujudkan Bontang sebagai Kota Layak Anak," tegasnya.
Portal SATRIA menyediakan empat layanan utama bagi anak dan keluarga di Bontang. Pertama, edukasi literasi digital untuk membekali anak memahami risiko ruang digital.
Kedua, perlindungan data pribadi. Ketiga, pendampingan kesehatan mental. Keempat, kanal aspirasi yang memberi ruang bagi anak menyampaikan pendapat.
Platform ini dibangun dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Inisiatif datang dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bontang.
PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) mendukung pengembangan portal melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kepala DP3AKB Kota Bontang Bahtiar Mabe menyebut peluncuran platform melibatkan sekitar 300 peserta. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari pelajar, Dharma Wanita Persatuan (DWP), camat, hingga lurah.
"Melalui SATRIA, pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, keluarga, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mendukung terwujudnya Bontang sebagai Kota Layak Anak," katanya.
Bahtiar menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak menggunakan perangkat digital. Orang tua diimbau menanamkan nilai agama, etika, serta empati.
Tujuannya agar pemanfaatan teknologi tetap berada dalam lingkungan yang aman dan positif. Pendampingan keluarga dinilai menjadi lapis pertama perlindungan anak di ruang digital.
Portal SATRIA dapat diakses warga melalui satria.bontangkota.go.id. Pemkot Bontang berharap kanal ini memperkuat kolaborasi lintas pihak menuju Kota Layak Anak.