BALIKPAPAN — Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, menyebut kekeringan panjang di Paser turut diperparah fenomena El Nino. Wilayah bagian utara Kalimantan Timur juga mengalami periode kering serupa, meski dengan durasi lebih pendek.
Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Balikpapan bagian utara tercatat mengalami hari tanpa hujan antara 30 hingga 60 hari. Rentang itu masuk kategori kering menengah hingga panjang.
Dari pantauan BMKG, Batu Engau di Kabupaten Paser menjadi lokasi dengan hari tanpa hujan terpanjang. Angka 69 hari menempatkannya dalam kriteria kekeringan ekstrem.
"Masih terdapat beberapa wilayah Kaltim yang memiliki hari tanpa hujan cukup panjang. Kekeringan ekstrem terpantau di Paser, yang mencapai 69 hari tanpa hujan," ujar Huda, Kamis (8/10/2026).
Panjangnya periode kering itu berkorelasi langsung dengan jumlah titik panas di wilayah bersangkutan. Huda menyatakan risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat seiring bertambahnya hari tanpa hujan.
Sebagian besar wilayah Kalimantan Timur sebenarnya sudah diguyur hujan dengan curah di atas 1 milimeter. BMKG menilai kondisi itu membuat mayoritas daerah masuk kategori hari tanpa hujan sangat pendek.
"Adanya hujan atau tidak itu di atas 1 mili meter. Memang sebagian besar wilayah Kalimantan Timur ini sudah terjadi hujan. Namun, masih pada posisi sangat pendek atau 1-5 hari tanpa hujan," jelas Huda.
Meski demikian, hujan yang turun belum cukup untuk menetralkan kekeringan di titik-titik yang sudah lama tidak diguyur. Paser dan sebagian Kukar masih menyimpan potensi karhutla.
Kabut asap yang menyelimuti Balikpapan diduga bukan hanya berasal dari karhutla lokal. Huda memperkirakan asap terbawa angin dari Paser dan Kutai Barat.
"Kabut asap itu diduga terjadi di sekitar Paser dan juga Kutai Barat. Balikpapan sendiri juga terdapat karhutla, namun kondisinya tidak terlalu besar dibandingkan wilayah lainnya," ulasnya.
Asap dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan turut terakumulasi. Angin yang berbelok ke arah timur membawa massa asap dari selatan menuju Balikpapan.
"Akibat angin yang berbelok ke arah timur, kabut asap di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan itu terakumulasi juga dari kabut asap yang terjadi di sekitar Paser, sehingga Balikpapan ikut menerima kabut asap kiriman tersebut," pungkas Huda.
BMKG belum merinci proyeksi curah hujan untuk pekan mendatang di titik-titik kering. Namun data hari tanpa hujan menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah dan tim gabungan karhutla.
Wilayah dengan HTH di atas 60 hari perlu mendapat prioritas pemantauan titik panas. Paser, sebagai lokasi terparah, berpotensi menjadi sumber asap lintas kabupaten jika tidak ada penanganan cepat.