TENGGARONG — Kepala Disdamkar Kukar Fida Hurasani mengatakan pihaknya menerjunkan sembilan armada serta personel dari regu piket maupun siaga. Menurut Afe, sapaan akrabnya, tiupan angin kemarau yang kencang dan himpitan rumah kayu padat penduduk menjadi kendala utama petugas saat mengendalikan kobaran api.
Upaya pemadaman api turut dibantu dua armada BPBD, armada tangki PDAM, serta unit mesin portabel milik jajaran relawan penanggulangan bencana daerah.
"Minimnya sumber air di lokasi kejadian menjadi hambatan lapangan karena sebagian unit armada sedang menangani karhutla di Sangasanga," tutur Afe.
Guna mengatasi krisis pasokan air baku, tim gabungan memanfaatkan aliran air kolong rumah warga dan kolam sekitar melalui pengoperasian mesin pompa portabel.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sebelumnya telah menetapkan kawasan permukiman Danau Aji sebagai zona merah rawan kebakaran sejak tiga tahun lalu.
"Fasilitas hidran kering sepanjang seribu meter dari Sungai Tenggarong yang dibangun pemerintah terbukti berfungsi baik membantu pengisian air," kata Afe.
Penempatan dua unit tandon air berkapasitas lima ribu liter di lokasi permukiman turut mendukung efektivitas penanganan awal sebelum pemadaman total.
Sinergi cepat antara jajaran petugas pemadam, BPBD, serta kelompok relawan lokal mencegah perluasan kobaran api ke kawasan permukiman sekitarnya.
"Kami terus mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan potensi kebakaran di tengah kondisi musim kemarau ekstrem," ujar Afe.