KALIMANTAN TIMUR — Chery Stockman resmi membuka pemesanan di Australia sebagai pikap diesel plug-in hybrid pertama di dunia, dengan tenaga 469 hp dan jarak tempuh listrik sampai 100 km. Pikap kabin ganda ini disiapkan menghadapi BYD Shark 6 dan GWM Cannon Alpha, dengan estimasi harga on-road 60.000–70.000 dolar Australia atau sekitar Rp 745 juta hingga Rp 870 jutaan. Uang tanda jadi 1.000 dolar Australia bisa dikembalikan penuh karena harga resmi belum diumumkan.
Di pasar China, pikap ini dipasarkan dengan nama Rely Hi800. Sebelum memakai nama tersebut, mobil ini sempat memakai dua nama lain, yakni Chery KP31 dan Rely P3X. Pergantian nama berkali-kali menunjukkan Chery masih mematangkan posisi produk di segmen pikap medium.
Soal banderol, CarNewsChina memperkirakan harga on-road Stockman di Australia berada di kisaran 60.000 sampai 70.000 dolar Australia. Angka itu setara sekitar Rp 745 juta hingga Rp 870 jutaan, menempatkannya berhadapan langsung dengan BYD Shark 6 dan GWM Cannon Alpha.
Chery menggabungkan mesin turbodiesel 2,5 liter dengan motor listrik dalam sistem plug-in hybrid. Tenaga disalurkan ke empat roda melalui sistem 4WD yang dilengkapi tiga differential lock. Kombinasi ini diklaim menghasilkan tenaga 469 hp, angka yang cukup tinggi untuk kelas pikap medium.
Jarak tempuh mode listrik diklaim mencapai 100 km. Untuk pikap diesel PHEV, angka itu masuk akal karena baterai biasanya tidak sebesar mobil penumpang listrik murni.
Tampilan Stockman dibuat gagah dengan lampu depan LED berbentuk bulat, fender berotot, serta pelindung bodi berbahan plastik pada sejumlah bagian. Kombinasi ini memberi kesan pikap tangguh yang siap kerja berat, bukan sekadar gaya.
Konstruksi ladder frame yang dipakai memang umum pada kendaraan niaga dan pikap tangguh. Artinya, Stockman dirancang untuk menahan beban berat dan medan kasar, bukan sekadar pikap gaya untuk jalan aspal.
Meski spesifikasi lengkapnya belum diumumkan, Chery mengklaim Stockman mampu mengangkut muatan hingga 1.000 kg. Kemampuan menarik beban diklaim sampai 3.500 kg.
Angka-angka itu menempatkan Stockman sejajar dengan pikap diesel konvensional di kelasnya. Pertanyaannya, apakah sistem PHEV bisa mempertahankan performa saat baterai habis dan hanya mengandalkan mesin diesel. Ini yang perlu diuji lebih lanjut.
Bagi konsumen Indonesia yang menunggu pikap diesel PHEV, kabar ini jadi sinyal positif. Namun keputusan pembelian sebaiknya menunggu harga resmi dan hasil uji independen, bukan sekadar klaim pabrikan.