Perbasasi Paser Bawa 44 Atlet ke Balikpapan, Uji Coba Digeser Imbas Pemangkasan Anggaran

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:16:01 WIB
Atlet Perbasasi Paser mengikuti latihan rutin di arena seadanya di kawasan Perumahan Grand Nuna, Tanah Paser.

TANA PASER — Wakil Ketua Pengcab Perbasasi Paser, Dedy, menyebut antusiasme atlet menjadi modal utama tim di tengah keterbatasan sarana. Latihan rutin bulanan digelar di lahan seadanya di kawasan Perumahan Grand Nuna dan area samping Kantor Desa Jone.

Ukuran arena jauh dari standar baseball dan softball. Pengurus memfungsikan ruang sempit itu untuk mematangkan teknik dasar pemain, dari melempar hingga memukul.

Peralatan Usang dan Arena Sempit Jadi Kendala Harian

Selain soal lapangan, perlengkapan latihan disebut sudah tergerus usia. Pengurus mengakui peralatan lama belum memadai untuk mendukung efektivitas pitching dan batting.

Improvisasi teknis di lapangan jadi jalan keluar sementara. Tidak ada anggaran baru untuk pengadaan alat dalam waktu dekat.

"Anak-anak hingga saat ini masih sangat semangat untuk latihan. Menjaga semangat dan dedikasi mereka kita memanfaatkan arena latihan seadanya," kata Dedy, Sabtu (3/10/2026).

Uji Coba Bandung dan Surabaya Batal, Balikpapan Jadi Alternatif

Pemangkasan anggaran memaksa Perbasasi Paser mengubah rencana uji coba luar daerah. Agenda semula ke Bandung dan Surabaya dibatalkan, sempat dialihkan ke Samarinda, lalu dipindahkan ke Balikpapan.

Perubahan itu dilakukan tanpa mengurangi kualitas persiapan. Balikpapan dipilih sebagai opsi paling realistis dari sisi jarak dan biaya.

Tim Paser dijadwalkan melakoni laga uji coba melawan sejumlah klub lokal Balikpapan sebelum tampil di kejuaraan slowpitch se-Kalimantan Timur pada 16-18 Oktober.

"Untuk pematangan kita akan uji coba dengan klub Balikpapan," tutur Dedy.

Mayoritas Atlet Masih Pelajar, Dispensasi Sekolah Disiapkan

Dari total 44 atlet yang disiapkan, mayoritas masih berstatus pelajar. Pengurus menaruh perhatian pada keseimbangan antara prestasi olahraga dan kewajiban akademis.

Pertemuan khusus bersama orang tua atlet dan jajaran pelatih dijadwalkan pada 15 Oktober. Forum itu memberi arahan sekaligus memastikan atlet berada dalam pendampingan ketat hingga Porprov selesai.

Pengurus juga berkomitmen mempermudah proses dispensasi sekolah tanpa membebani mental para atlet. Atlet diimbau membagi waktu antara pendidikan formal dan porsi latihan fisik.

Disiplin Istirahat Jadi Kunci di Sisa Persiapan

Dedy mengimbau atlet memanfaatkan sisa waktu persiapan dengan disiplin tinggi. Pola istirahat dijaga, begadang dihindari, dan penggunaan telepon seluler dibatasi.

Dengan kondisi fisik dan konsentrasi yang terjaga, Perbasasi Paser optimistis tampil maksimal dan membawa pulang hasil terbaik pada Porprov VIII Kaltim.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: seputarfakta.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top