BALIKPAPAN — Sebanyak 130 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dari berbagai wilayah Kalimantan mengikuti pembekalan Pertamina UMK Academy Regional Kalimantan 2026. Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom dan menyasar UMKM yang telah lolos tahap kurasi.
Materi yang diberikan menyentuh persoalan harian pelaku usaha. Mulai dari legalitas dasar, penentuan harga jual, sampai pengelolaan arus kas.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menilai pengembangan UMKM tidak bisa hanya bertumpu pada bantuan modal. Pelaku usaha perlu pengetahuan yang bisa langsung diterapkan.
"Di balik setiap usaha, ada kerja keras dan harapan para pelakunya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Melalui Pertamina UMK Academy, kami ingin mendampingi mereka memperkuat dasar pengelolaan usaha, mulai dari memahami legalitas hingga menata keuangan," kata Edi dalam keterangan resmi, Kamis (1/10/2026).
Pada sesi pertama, Ketua HIPPI Balikpapan Muhammad Hanif membawakan materi "Legalitas Dasar bagi UMKM". Peserta diajak memahami pentingnya kelengkapan administrasi sebagai fondasi menjalankan usaha.
Legalitas juga dinilai menjadi bagian penting ketika UMKM ingin mengembangkan bisnis ke tahap berikutnya. Tanpa dokumen yang lengkap, ruang tumbuh usaha jadi terbatas.
Materi berikutnya membahas keuangan dasar UMKM. Ketua TDA Balikpapan M. Khaerul Umam mengajak peserta memahami cara menentukan harga jual dan mengelola arus kas.
Peserta diberikan pemahaman soal perhitungan biaya sebelum menentukan harga produk. Pencatatan arus kas juga menjadi perhatian agar pelaku usaha bisa mengetahui kondisi keuangan bisnisnya secara lebih terukur.
Pertamina UMK Academy Regional Kalimantan 2026 tidak berhenti pada pemberian materi. Program ini menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran dan pendampingan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan keterampilan sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan usaha.
Edi berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara bertahap sesuai kondisi masing-masing usaha.
"Setiap UMKM memiliki tantangan dan perjalanan yang berbeda. Kami berharap peserta dapat menerapkan pembelajaran ini sesuai kebutuhan usahanya, baik dengan melengkapi legalitas, meninjau perhitungan harga jual, maupun membiasakan pencatatan keuangan," ujarnya.
Menurutnya, langkah-langkah sederhana tersebut dapat menjadi bekal untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis ke depan.
Pertamina UMK Academy Regional Kalimantan 2026 mengusung semangat "Energi untuk UMKM Maju". Program ini menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kalimantan.
Penguatan kapasitas pelaku UMKM diharapkan mendorong usaha semakin mandiri dan berdaya saing. Dampaknya diharapkan terasa pada kesejahteraan keluarga dan pertumbuhan ekonomi daerah.