Pemkab PPU Garap 3.546 Hektare PM-AAS, Penanaman Perdana Padi di Kaltim Dimulai

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:45:31 WIB
Bupati PPU Mudyat Noor bersama Direktur Irigasi Kementerian Pertanian melaksanakan penanaman perdana padi program PM-AAS di Kabupaten Penajam Paser Utara.

PENAJAM — Dari total 7.125 hektare alokasi PM-AAS di Kalimantan Timur, sekitar 3.546 hektare berada di Kabupaten Penajam Paser Utara. Bupati PPU Mudyat Noor menyebut wilayahnya menjadi lokasi penanaman pertama program tersebut di provinsi ini.

Penanaman perdana dilakukan bersama Direktur Irigasi Kementerian Pertanian. Pemkab PPU menargetkan penerapan sistem pertanian modern ini berdampak langsung pada hasil panen padi petani.

Mengapa PPU Dipilih Jadi Lokasi Penanaman Perdana

Mudyat menjelaskan, usulan Penajam yang akhirnya disetujui Kementerian Pertanian. Proses pengusulan melibatkan Dinas Pertanian PPU dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) sejak awal.

“Hari ini kan kita mendapat suatu program pertanian namanya PM-AAS yang tadi pagi kita bersama Direktur Irigasi Kementan melaksanakan penanaman pertama di Kaltim. Jadi penanaman PM-AAS itu dilaksanakan di Kabupaten PPU,” ujar Mudyat.

Rujukan Hasil Daerah Lain: Kenaikan 5–7 Ton per Hektare

Mudyat merujuk pengalaman sejumlah daerah yang lebih dulu menerapkan sistem serupa. Kenaikan produksi padi di daerah-daerah itu disebutnya cukup besar.

“Untuk peningkatan produksi PM-AAS kita, karena ketika saya ikut acara di Malang itu peningkatan produksi padi itu rata-rata meningkat, ada yang 5 ton, ada yang 7 ton. Ini memang peningkatannya luar biasa,” katanya.

Angka itu menjadi dasar Pemkab PPU mendorong modernisasi pertanian di wilayahnya. Selain mengejar hasil panen lebih optimal, program ini diarahkan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Apresiasi ke Kementan dan Pendamping Lapangan

Mudyat menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas persetujuan usulan Penajam. Ia juga menyinggung peran Dinas Pertanian dan para PPL yang mendampingi petani.

“Memberikan apresiasi kepada Kementan juga kontribusi dari teman-teman Dinas Pertanian, kawan-kawan PPL, yang ternyata usulan Penajam yang disetujui,” tutupnya.

Dengan alokasi 3.546 hektare, PM-AAS menjadi salah satu langkah strategis PPU memperkuat sektor pertanian. Pelaksanaan di lapangan akan bergantung pada pendampingan petani dan kesiapan irigasi di lokasi penanaman.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: editorialkaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top