Pemprov Kaltim Luncurkan SDGs Business Registration, UMKM Samarinda Mulai Didata Digital

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Rabu, 30 September 2026 | 08:38:31 WIB
Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni membuka peluncuran SDGs Business Registration di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi meluncurkan SDGs Business Registration bagi pelaku UMKM di Samarinda, sebuah sistem pendaftaran bisnis berbasis digital yang mendata dan mengukur kontribusi usaha rakyat ke agenda pembangunan berkelanjutan. Program ini lahir dari kolaborasi Pemprov Kaltim, Bappenas, dan JICA Jepang. Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni menyebut pendaftaran bisnis sebagai pintu masuk utama memperkuat fondasi ekonomi tingkat tapak.

SAMARINDA — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni membuka langsung peluncuran SDGs Business Registration di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. Sistem pendaftaran bisnis berbasis digital ini dirancang untuk mendata, mengukur, dan mengintegrasikan kontribusi pelaku usaha, khususnya UMKM, ke dalam agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Program tersebut merupakan inisiatif hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, Bappenas, dan lembaga pembangunan internasional JICA (Japan International Cooperation Agency).

Mengapa UMKM Jadi Kunci Ekonomi Kaltim

Menurut Sri Wahyuni, penguatan ekonomi tidak cukup hanya lewat kebijakan makro dan belanja pemerintah. Ekonomi di tingkat tapak atau masyarakat harus ikut diperkuat agar fondasi pembangunan lebih kokoh.

"Kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting bagi Kalimantan Timur, yaitu dalam upaya memperkuat fondasi ekonomi di tingkat masyarakat. Jika belanja pemerintah berfungsi memperkuat ekonomi makro, maka kita juga memerlukan penguatan di tingkat mikro," kata Sri Wahyuni saat peluncuran.

Ia menilai UMKM telah terbukti menjadi sektor usaha masyarakat yang tangguh menghadapi berbagai dinamika ekonomi. Pengalaman saat pandemi COVID-19 menjadi salah satu bukti bahwa UMKM mampu bertahan, bahkan tetap tumbuh di tengah tekanan ekonomi.

Meski sebagian pelaku usaha terdampak pandemi, pengalaman itu menjadi pembelajaran penting bahwa pengembangan UMKM secara serius adalah bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi masyarakat yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Kaitan Pendaftaran Bisnis dengan Target SDGs

Sri menjelaskan pengembangan UMKM memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian SDGs. Jika sebelumnya pembangunan global diarahkan melalui Millennium Development Goals (MDGs), saat ini agenda bergerak menuju SDGs yang mencakup penciptaan lapangan kerja, penguatan kegiatan ekonomi produktif, peningkatan inovasi, dan produktivitas.

"Di sinilah peran UMKM menjadi sangat penting. Usaha yang digerakkan oleh masyarakat ini menjadi ruang penting dalam penciptaan lapangan kerja, termasuk di sektor informal, serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Kalimantan Timur," jelasnya.

Sri mengakui sebagian UMKM di Kaltim selama ini masih menjalankan usaha dengan pola konvensional dan berbasis kekeluargaan. Seiring dukungan berbagai pihak, UMKM mulai berkembang dan semakin terbuka terhadap pengelolaan usaha, mulai dari akses pembiayaan, pemasaran, penguatan proses bisnis, manajemen usaha, hingga kebutuhan tenaga kerja.

Pendaftaran Bisnis sebagai Pintu Masuk Ekosistem Usaha

Menurut Sri, SDGs Business Registration menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun ekosistem usaha yang lebih kuat sekaligus membuka akses dan peluang lebih luas bagi pelaku UMKM.

"Kehadiran SDGs Business Registration ini adalah langkah awal yang sangat penting. Melalui pendaftaran dan pembinaan, kita ingin memastikan bahwa produk dan merek yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan karya kreatif UMKM dan pengrajin asli Kalimantan Timur," katanya.

Ia berharap produk UMKM Kaltim tidak hanya mampu bersaing dan dikenal di tingkat lokal maupun regional, tetapi juga dapat menembus pasar nasional. Proses pendaftaran bisnis dinilai penting untuk membangun kepercayaan, memberikan perlindungan terhadap produk dan merek, sekaligus menciptakan fondasi yang lebih kokoh bagi keberlanjutan usaha.

"Langkah pertama untuk mewujudkan hal itu adalah melalui pendaftaran bisnis ini, sebagai pintu masuk utama untuk memperkuat kepercayaan, melindungi keaslian produk, dan membangun fondasi yang kokoh bagi perkembangan usaha ke depannya," sebut Sri Wahyuni.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top