Tata Aeris Dikubur Batu 20 Ton: Uji Ketahanan Sedan Rp 90 Jutaan

Penulis: Jauhari Lubis  •  Senin, 28 September 2026 | 14:47:02 WIB
Tata Aeris menjalani uji ketahanan dengan ditimbun batu seberat 20 ton di Kalimantan Timur.

KALIMANTAN TIMUR — Tata Aeris, sedan murah yang baru dirilis di India, menjalani uji ketahanan ekstrem dengan ditimbun batu seberat 20 ton. Meski bodi penyok sedikit, struktur kabin tetap utuh dan pintu masih bisa dibuka normal. Uji ini jadi cara Tata membuktikan durabilitas mobil seharga sekitar Rp 90 jutaan di pasar India.

Tata Motors merilis Aeris sebagai sedan entry-level untuk pasar India, dan alih-alih mengandalkan klaim brosur, pabrikan memilih menguji langsung ketangguhan bodinya di depan kamera. Pengujian berlangsung dalam beberapa skenario, dengan tantangan paling ekstrem berupa penimbunan batu seberat 20 ton di atas atap mobil.

Batu 20 Ton di Atas Atap: Apa yang Terjadi pada Bodi

Dalam rekaman uji tersebut, Aeris menerima beban vertikal luar biasa dari tumpukan batu. Hasilnya, bodi mengalami penyok ringan di area atap, tetapi struktur utama kabin tidak ambruk.

Yang paling krusial, pintu masih bisa dibuka dan ditutup seperti kondisi normal. Ini indikasi bahwa rangka penumpang tetap mempertahankan bentuknya meski menerima tekanan puluhan ton.

Kenapa Uji Ekstrem Ini Penting untuk Sedan Murah

Segmen sedan murah di India punya tantangan tersendiri: konsumen menuntut harga rendah, tapi tetap ingin rasa aman. Tata seolah ingin menjawab keraguan bahwa mobil murah identik dengan bodi rapuh.

Uji ketahanan semacam ini memang bukan standar tabrak resmi seperti Global NCAP. Namun, demonstrasi visual seperti ini efektif membangun persepsi durabilitas di mata calon pembeli.

Posisi Tata Aeris di Pasar India

Aeris diposisikan sebagai sedan dengan harga sekitar Rp 90 jutaan. Di kelas ini, kompetitornya adalah sedan-sedan entry-level yang mengutamakan efisiensi biaya produksi.

Dengan uji batu 20 ton, Tata ingin menonjolkan bahwa Aeris tidak sekadar murah, tapi juga diklaim tangguh menghadapi kondisi ekstrem.

Yang Perlu Dicatat Sebelum Terlalu Terkesan

Perlu digarisbawahi, uji ini dilakukan oleh Tata sendiri, bukan lembaga independen. Hasilnya tentu tidak bisa disamakan dengan skor tabrak resmi.

Selain itu, penyok di atap tetap terjadi, meski diklaim tidak memengaruhi struktur kabin. Bagi sebagian konsumen, kondisi bodi pasca-uji tetap jadi pertimbangan.

Belum ada informasi apakah Aeris akan masuk pasar Indonesia atau tidak. Sampai sekarang, model ini murni ditujukan untuk pasar India.

Kelebihan dan Kekurangan yang Terlihat dari Uji Ini

  • Kelebihan: struktur kabin tetap utuh meski ditimpa 20 ton batu
  • Kelebihan: pintu masih berfungsi normal setelah uji ekstrem
  • Kelebihan: harga sekitar Rp 90 jutaan, kompetitif di kelas sedan murah
  • Kekurangan: bodi tetap penyok meski diklaim ringan
  • Kekurangan: uji dilakukan internal Tata, bukan lembaga independen
  • Kekurangan: belum ada konfirmasi masuk pasar Indonesia

Verdict: Bukti Durabilitas atau Sekadar Panggung Pemasaran?

Uji batu 20 ton ini berhasil menarik perhatian, dan secara teknis menunjukkan struktur kabin Aeris tidak mudah ambruk. Tapi tanpa pengujian independen, klaim ketangguhan ini masih perlu dibuktikan lebih lanjut.

Bagi konsumen India yang mencari sedan murah dengan kesan tangguh, Aeris menawarkan daya tarik tersendiri. Untuk pasar Indonesia, kita masih harus menunggu apakah Tata membawa model ini ke sini.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top