BALIKPAPAN — Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) yang digelar ORARI Lokal Balikpapan berlangsung di Gedung Balai Monitoring (Balmon) Balikpapan, Kamis (24/9/2016). Sebelas peserta Calon Amatir mengikuti ujian tersebut dan seluruhnya dinyatakan lulus.
Sebelum menempuh ujian, para peserta lebih dulu mendapat pembinaan dan pembekalan tentang ORARI, teknik radio, serta tata cara berkomunikasi. Pembekalan dilaksanakan di Sekretariat ORARI Lokal Balikpapan dengan menghadirkan pengurus ORARI sebagai narasumber.
Ketua ORARI Lokal Balikpapan, Eddy Supardy-YC7VBX, menyebut pembekalan mencakup pemaparan tentang ORARI, prosedur komunikasi yang baik dan benar, teknik radio, hingga pengenalan penggunaan perangkat radio amatir.
Selain Eddy dan sekretaris ORARI Lokal Balikpapan, narasumber dalam kegiatan itu adalah H. Saifullah-YB7XN, Suharianto-YB7UNT, Asrianur-YB7YDB, dan Priyanto-YC7UVU.
"Sebelum mengikuti ujian, peserta juga telah mendapatkan pembinaan dan pembekalan tentang ORARI, teknik radio dan tata cara berkomunikasi," ucap Eddy Supardy-YC7VBX.
Eddy menyampaikan apresiasi kepada pengurus lokal Balikpapan dan seluruh peserta. Ia juga memohon maaf karena UNAR baru bisa dilaksanakan setelah hampir satu tahun.
Permohonan maaf serupa disampaikan kepada anggota amatir yang belum terakomodir untuk melanjutkan ke tingkat lebih tinggi. Penyebabnya, persyaratan mereka dinilai belum cukup sehingga belum bisa dilaksanakan pada saat ini.
Kepada peserta yang lulus, Eddy berpesan agar menggunakan kemampuan komunikasi radio secara bijak dan tetap mematuhi ketentuan serta kode etik amatir.
"Kepada peserta yang telah lulus, marilah kita sama-sama bijak berkomunikasi, taati aturan tata cara berkomunikasi yang baik. Karena dengan komunikasi ini kita bisa berpartisipasi bersama pemerintah untuk berbagai kegiatan, terutama untuk dukungan komunikasi baik dalam kegiatan sosial maupun penanganan kebencanaan," ungkap Eddy.
Menurut Eddy, keberadaan amatir radio bukan sekadar sarana komunikasi antar penggiat radio. Komunitas ini juga dapat mendukung komunikasi masyarakat dalam kondisi tertentu, termasuk ketika terjadi bencana atau gangguan komunikasi.
"Semoga ini menjadi satu solusi dan menambah kontribusi kita kepada pemerintah dan masyarakat," katanya.
Dengan bertambahnya anggota baru, komunitas radio amatir diharapkan semakin berperan dalam mendukung komunikasi masyarakat dan kegiatan kemanusiaan. Peran itu khususnya dibutuhkan ketika komunikasi alternatif diperlukan dalam penanganan kebencanaan.