10 Tempat Wisata Gratis di Samarinda: Rekomendasi Seru Tanpa Biaya Tiket

Penulis: Redaksi  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 17:34:01 WIB
Wisata gratis di Samarinda. (Foto: NET)

KALTIM - Menikmati liburan tidak selalu memerlukan biaya yang besar. Wisata tanpa tiket di Samarinda menjadi opsi yang menarik bagi mereka yang ingin menghilangkan penat tanpa khawatir pengeluaran meningkat.

Bahkan, destinasi gratis di Samarinda menyediakan beragam pengalaman, mulai dari menikmati keindahan Sungai Mahakam, berjalan santai di area publik, berolahraga, hingga merasakan suasana kuliner lokal.

Samarinda, sebagai ibu kota Kalimantan Timur, memiliki keunikan tersendiri dibandingkan kota-kota wisata lainnya di Pulau Kalimantan.

Kota ini tumbuh sebagai pusat perkotaan yang ramai di sepanjang Sungai Mahakam, dilengkapi berbagai fasilitas umum, area terbuka, pusat perbelanjaan, tempat makan, serta destinasi rekreasi yang tersebar di berbagai titik.

Dengan demikian, kegiatan rekreasi tidak selalu berkaitan dengan tempat wisata yang berbayar.

Banyak ruang publik yang bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, atau hanya mencari nuansa baru setelah beraktivitas sehari-hari.

10 Rekomendasi Wisata Gratis di Samarinda yang Patut Dicoba

Bagi Anda yang ingin berhemat, berikut sepuluh wisata gratis di Samarinda yang bisa dimasukkan ke dalam daftar kunjungan.

1. Teras Samarinda

Teras Samarinda adalah salah satu ruang publik yang menawarkan pemandangan menarik di tengah kota. Terletak di pinggir Sungai Mahakam, tempat ini menjadi wajah baru bagi ruang publik di Samarinda.

Daya tarik utamanya adalah pemandangan tepi sungai yang bisa dinikmati sambil duduk santai, berjalan kaki, atau berfoto.

Waktu kunjungan juga cukup fleksibel. Pada pagi hari, pengunjung bisa menikmati udara yang relatif sejuk, sementara sore hingga malam hari memberikan atmosfer yang berbeda ketika tempat ini mulai ramai.

Tidak ada biaya tiket masuk untuk menikmati area publik ini. Namun, pengunjung perlu menyiapkan uang untuk parkir dan membeli makanan atau minuman.

Kehadiran Teras Samarinda juga menunjukkan bagaimana ruang kota bisa dimanfaatkan menjadi tempat berkumpul masyarakat.

Karena merupakan ruang bersama, menjaga kebersihan dan ketertiban adalah tanggung jawab setiap pengunjung.

2. Islamic Center Samarinda

Masjid Baitul Muttaqien atau Islamic Center Samarinda merupakan salah satu bangunan paling ikonik di kota ini.

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kawasan ini memiliki nilai arsitektur dan sosial yang menjadikannya menarik untuk dikunjungi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat Islamic Center sebagai lokasi berbagai kegiatan keagamaan.

Pada tahun 2026, misalnya, kawasan ini kembali menjadi tempat acara keagamaan berskala besar.

Ketika berkunjung ke sini, penting untuk menghormati fungsi utama bangunan sebagai rumah ibadah. Aktivitas wisata religi sebaiknya dilakukan dengan menjaga pakaian dan sikap, serta menghormati jamaah yang sedang beribadah.

Tidak ada tiket wisata untuk memasuki kawasan masjid, tetapi pengunjung harus memperhatikan aturan parkir dan ketentuan yang berlaku.

3. Taman Samarendah

Taman Samarendah merupakan salah satu ruang terbuka yang sudah lama menjadi ikon Kota Samarinda. Letaknya di pusat kota membuat taman ini mudah diakses dari berbagai arah.

Pepohonan dan jalur pejalan kaki memberikan pilihan aktivitas sederhana seperti berjalan santai, duduk, menikmati suasana kota, atau berburu foto.

Di sekitar kawasan ini juga terdapat berbagai kegiatan ekonomi masyarakat yang bisa melengkapi kunjungan Anda.

Tidak ada tiket masuk untuk menikmati taman ini. Biaya utama biasanya berasal dari parkir atau jika Anda ingin membeli makanan dan minuman di sekitar lokasi.

Taman kota seperti Samarendah memiliki fungsi yang lebih dari sekadar tempat bersantai; ia juga menyediakan ruang terbuka bagi masyarakat di tengah padatnya aktivitas perkotaan.

4. Citra Niaga Samarinda

Citra Niaga memiliki sejarah panjang dalam perkembangan perdagangan di Samarinda.

Menurut informasi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, kawasan ini dibangun sebagai pusat perdagangan dengan arsitektur yang menarik.

Bahkan, desain Citra Niaga pernah memenangkan Aga Khan Award for Architecture pada tahun 1989.

Sekarang, kawasan ini bisa menjadi tempat untuk berjalan kaki, melihat aktivitas perdagangan, mencari oleh-oleh, atau hanya merasakan suasana pusat kota.

Tidak ada tiket masuk untuk memasuki kawasan perdagangan ini. Namun, berbelanja tentu memerlukan anggaran tersendiri.

Oleh karena itu, tempat ini cocok bagi mereka yang mencari hiburan hemat, asalkan aktivitasnya hanya berjalan-jalan dan menikmati suasana.

5. GOR Kadrie Oening

Bagi yang lebih suka beraktivitas fisik daripada duduk diam, kawasan GOR Kadrie Oening di Sempaja bisa menjadi pilihan.

Kompleks olahraga ini dipakai untuk berbagai kegiatan olahraga dan event. Pemerintah Kota Samarinda mencatat GOR Kadrie Oening sebagai lokasi agenda olahraga, termasuk kejuaraan panjat tebing tingkat provinsi pada 2026.

Area terbuka di kompleks olahraga ini bisa dimanfaatkan untuk aktivitas fisik sesuai fasilitas dan ketentuan yang ada.

Berjalan santai, berlari ringan, atau menikmati suasana kawasan olahraga adalah cara sederhana untuk menghilangkan kejenuhan.

Waktu kunjungan juga bisa disesuaikan; hari kerja cenderung lebih tenang, sementara akhir pekan biasanya lebih ramai.

6. Wisata Kuliner Betapus

Betapus menawarkan suasana yang berbeda dari pusat Kota Samarinda. Kawasan ini terkenal dengan nuansa pedesaan dan pemandangan sawah yang masih bisa dijumpai di sepanjang perjalanan.

Daya tariknya bukan hanya pada kuliner, tetapi juga perjalanan menuju lokasi. Pemandangan sawah memberikan pengalaman sederhana yang sulit ditemukan di tengah kota.

Kondisi sawah tentu berubah sesuai musim, ada masa ketika sawah tampak hijau, ada juga periode setelah panen atau saat lahan sedang dipersiapkan untuk tanam.

Tidak ada tiket masuk untuk menikmati kawasan ini. Pengunjung hanya perlu menyiapkan uang jika ingin membeli makanan dan minuman dari pedagang setempat.

Dengan demikian, biaya liburan bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

7. Mahakam Riverside Market atau Marimar

Mahakam Riverside Market, yang juga dikenal sebagai Marimar, menawarkan konsep rekreasi yang dekat dengan Sungai Mahakam.

Lokasinya berdekatan dengan Mahakam Lampion Garden, sehingga suasana di sekitarnya cukup menarik untuk dijelajahi.

Area ini cocok untuk menikmati kuliner sambil melihat aktivitas di sekitar tepi sungai.

Banyak pilihan makanan membuat tempat ini lebih sesuai untuk kunjungan bersama keluarga atau teman.

Tidak ada tiket masuk untuk memasuki kawasan Marimar, biaya yang perlu disiapkan terutama untuk parkir dan konsumsi.

Konsep seperti ini menunjukkan bahwa wisata tidak harus selalu berbentuk wahana berbayar.

Menikmati makanan lokal, mengobrol, dan memandangi aktivitas di sekitar sungai sudah merupakan bentuk rekreasi yang menyenangkan.

8. Taman Bebaya

Taman Bebaya menjadi pilihan yang baik bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu di ruang terbuka.

Pada siang hingga sore hari, taman ini bisa digunakan untuk bersantai dan beraktivitas di luar ruangan.

Ketika malam tiba, suasana di sekitar kawasan bisa berubah dengan munculnya aktivitas kuliner dan hiburan. Ini membuat kunjungan pada waktu yang berbeda terasa berbeda.

Taman ini tidak memungut tiket masuk untuk area publiknya. Meski begitu, pengunjung harus memperhatikan area dan fasilitas yang tersedia pada waktu kunjungan.

Bagi keluarga dengan anak-anak, ruang terbuka seperti Taman Bebaya menjadi alternatif sederhana untuk mengurangi waktu di dalam rumah tanpa biaya besar.

9. Taman Ekologis

Taman Ekologis adalah pilihan menarik bagi mereka yang mencari ruang terbuka yang tenang. Terletak di belakang SMAN 1 Samarinda, tempat ini cocok untuk berjalan santai atau berkumpul bersama keluarga.

Konsep ekologis menjadi nilai tambah karena ruang hijau di kota memiliki peran penting.

Ruangan seperti ini menjadi tempat masyarakat berinteraksi sekaligus menikmati lingkungan yang lebih terbuka.

Salah satu keunggulan Taman Ekologis adalah tidak ada tiket masuk, bahkan pengunjung juga tidak dikenakan biaya parkir.

Fasilitas mungkin berubah seiring waktu, jadi pengunjung sebaiknya tidak mengharapkan fasilitas wisata komersial.

Justru kesederhanaan ini yang bisa menjadi daya tarik bagi yang ingin berjalan-jalan dan mengobrol.

10. Polder Air Hitam

Polder Air Hitam terletak di Jalan A.W. Syahranie dan berhubungan erat dengan Kelurahan Air Hitam.

Situs resmi Kelurahan Air Hitam bahkan mencatat adanya rencana penataan pedagang atau UMKM di lingkungan Polder Air Hitam pada tahun 2026.

Sebagai kawasan penampungan air, polder ini berfungsi untuk pengelolaan lingkungan perkotaan, namun ruang di sekitarnya juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai.

Area tepi sungai, dermaga, dan beberapa fasilitas terbuka membuat Polder Air Hitam menarik sebagai tempat berhenti.

Datang pada waktu yang tepat juga bisa memberikan suasana yang lebih nyaman, terutama saat cuaca tidak terlalu panas.

Karena berhubungan dengan fungsi pengelolaan air, keselamatan harus diutamakan; area yang dilarang dimasuki sebaiknya tidak digunakan untuk bermain atau beraktivitas.

Kesimpulan

Samarinda memiliki banyak pilihan rekreasi yang bisa dinikmati tanpa mengeluarkan biaya besar.

Mulai dari tepi Sungai Mahakam, taman kota, kawasan olahraga, hingga ruang terbuka dengan nuansa alami, semuanya bisa menjadi pilihan untuk melepas penat.

Meskipun gratis, kenyamanan dan kelestarian tempat tetap harus dijaga. Membawa pulang sampah, mematuhi aturan, dan menghormati pengunjung lain adalah cara sederhana untuk menjaga ruang publik tetap nyaman.

Pada akhirnya, liburan tidak harus mahal untuk bisa memberikan pengalaman yang menyenangkan.

Wisata gratis di Samarinda adalah bukti bahwa waktu berkualitas dan kebahagiaan bisa ditemukan dari hal-hal sederhana.

 

Reporter: Redaksi
Back to top